TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Bimtek Inovasi Daerah Tahun 2026 di Kabupaten Bulungan menjadi langkah penguatan inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. Kegiatan tersebut digelar di Gedung PKK Lantai 2, Jl Kolonel Soetadji, Tanjung Selor, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan Bimtek ini dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bulungan, Errin Wiranda, dan diikuti peserta dari perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, desa, hingga sekolah tingkat SD dan SMP se-Bulungan.
“Di era yang penuh perubahan cepat seperti sekarang, inovasi tidak lagi menjadi pilihan, tetapi sudah menjadi keharusan bagi seluruh perangkat daerah,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bulungan, Errin Wiranda.
Bimtek tersebut difokuskan untuk mendorong lahirnya inovasi baru dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan, serta peningkatan daya saing daerah.
Ia menegaskan inovasi saat ini menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi dinamika perubahan dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Errin juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem inovasi daerah.
“Tanpa sinergi yang kuat, inovasi tidak akan berkembang optimal dan sulit memberikan dampak luas bagi pelayanan publik,” ujarnya.
Ia juga mendorong dukungan legislatif dalam penguatan regulasi melalui Raperda Riset dan Inovasi Daerah yang menjadi salah satu indikator penilaian Indeks Inovasi Daerah.
Errin juga menyampaikan apresiasi atas capaian Kabupaten Bulungan yang berhasil meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025.
Capaian tersebut ditandai dengan peningkatan Indeks Inovasi Daerah menjadi 72,53, dari 58,4 pada tahun sebelumnya, sekaligus menempatkan Bulungan sebagai peringkat tertinggi di Kalimantan Utara dan posisi ke-43 dari 416 kabupaten se-Indonesia.
Berdasarkan data IGA 2025, partisipasi inovasi di Bulungan melibatkan 21 perangkat daerah, 3 bagian Setda, 10 puskesmas, 5 kecamatan, 2 komunitas, serta 3 teknologi tepat guna dari Posyantek desa.
“Terima kasih kepada seluruh operator inovasi di perangkat daerah yang telah berkontribusi dalam penginputan dan pengembangan inovasi pada ajang IGA 2025,” katanya. (*/rn)










