TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai berjalan di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Barat. Kepolisian ikut memantau proses tersebut agar harga jual tetap sesuai ketentuan, penyaluran berjalan tertib, serta beras diterima oleh sasaran yang telah ditetapkan.
Kegiatan pemantauan dilakukan Polsek Tanjung Palas Barat bersama Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Kalimantan Utara di sejumlah titik distribusi.
Selain memonitor penyaluran, petugas juga berkoordinasi dengan pihak penyelenggara untuk mengantisipasi kendala yang dapat menghambat distribusi beras kepada warga.
Kapolsek Tanjung Palas Barat, IPTU Roger Marpaung, mengatakan personel memantau setiap tahapan distribusi agar pelaksanaannya sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami memantau sejak awal agar proses distribusi berjalan sesuai ketentuan. Yang kami perhatikan bukan hanya kelancarannya, tetapi juga harga jual dan sasaran penerimanya,” ujarnya.
Program SPHP merupakan salah satu langkah pemerintah menjaga ketersediaan beras di pasaran sekaligus mengendalikan harga agar tetap terjangkau.
Melalui pemantauan tersebut, kepolisian berharap distribusi dapat berlangsung tanpa hambatan maupun penyimpangan.
Roger menjelaskan koordinasi terus dilakukan dengan seluruh pihak yang terlibat sehingga apabila muncul kendala di lokasi distribusi dapat segera ditangani tanpa mengganggu penyaluran kepada penerima.
“Kalau ada kendala, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait supaya bisa segera diselesaikan. Harapannya distribusi tetap berjalan sesuai jadwal dan tidak mengurangi hak penerima,” katanya.
Selain melakukan pemantauan, personel juga mengingatkan para penyalur agar mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk menjual beras SPHP sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari praktik yang berpotensi merugikan masyarakat.
Roger mengajak warga ikut mengawasi pelaksanaan distribusi dengan menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan penyimpangan selama penyaluran berlangsung.
“Pengawasan akan lebih efektif apabila ada partisipasi dari masyarakat. Kalau menemukan penyaluran yang tidak sesuai aturan, silakan laporkan kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Ia berharap distribusi beras SPHP dapat membantu menjaga stabilitas harga beras di pasaran sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok.
“Harapan kami, program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Distribusinya tertib, harganya tetap sesuai ketentuan, dan seluruh prosesnya berjalan secara terbuka,” pungkasnya. (rn)










