TARAKAN, Headlinews.id – Keluarga menjadi benteng pertama dalam mencegah anak dari berbagai bentuk kekerasan dan pengaruh negatif. Peran keluarga dinilai menjadi penentu agar anak terhindar dari berbagai ancaman dan tumbuh dalam kondisi fisik maupun psikologis yang baik.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., mengatakan perlindungan anak harus dimulai dari rumah sebelum diperkuat di sekolah, ruang publik, maupun ruang digital.
Menurut Khairul, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, hingga lingkungan sekitar anak.
“Memang tema tahun ini adalah tema perlindungan anak. Perlindungan baik di ruang kelas, di ruang digital, dan di mana saja. Sehingga tentu harapan kita pemahaman terhadap perlindungan terhadap anak ini mestinya harus dipahami oleh semua,” ujar Khairul.
Ia menegaskan, keluarga memiliki peran penting karena menjadi tempat pertama anak mendapatkan pengasuhan, pendidikan, serta perlindungan sebelum berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas.
“Mulai dari rumah masing-masing, terus di ruang-ruang publik, tempat-tempat seperti ini, di sekolah, terus di masyarakat. Kita berharap semua berpartisipasi dalam hal perlindungan terhadap anak ini,” katanya.
Khairul menyebut perlindungan terhadap anak tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan fisik, tetapi juga memastikan kondisi psikologis anak tetap baik. Lingkungan yang aman diperlukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Anak-anak kita ini akan tumbuh dalam situasi kondisi fisik dan psikologis yang baik, yang harapan kita akan menjadi generasi penerus kita semua dan menjadi pondasi untuk mencapai Indonesia Emas tahun 2045,” ucapnya.
Selain lingkungan keluarga, perlindungan juga perlu diterapkan pada ruang aktivitas anak lainnya, termasuk sekolah dan ruang digital. Perkembangan teknologi membuat pendampingan terhadap anak menjadi bagian penting agar mereka dapat menggunakan ruang digital secara aman.
Khairul menyampaikan, penguatan pemahaman mengenai perlindungan anak menjadi bagian penting agar seluruh pihak memiliki kepedulian yang sama terhadap tumbuh kembang anak.
“Jadi memang perlindungan anak ini, semua pihak harus ikut berperan. Karena anak-anak ini adalah generasi penerus kita, sehingga mulai dari rumah, sekolah, masyarakat, semua harus memberikan lingkungan yang baik untuk anak-anak kita,” ujarnya.
Peringatan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun ini digelar dengan upacara di halaman SMP Negeri 2 Tarakan, Kamis (23/7/2026). Khairul bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Tarakan didampingi Bunda PAUD Kota Tarakan, Hj. Sitti Rujiah Khairul, S.Keb., Bdn.
Sambutan Menteri PPPA yang dibacakan, disebutkan HAN ke-42 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Tema tersebut mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat pemenuhan hak serta perlindungan terhadap anak.
Peringatan HAN menjadi momentum untuk mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, baik di keluarga, sekolah, masyarakat, maupun ruang digital.
“Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak dan kampanye BERLIAN menjadi bagian dari langkah bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak,” demikian isi sambutan Menteri PPPA yang dibacakan Wali Kota Tarakan. (saf)










