TARAKAN, Headlinews.id – Penguatan sistem pengamanan laut nasional menjadi salah satu agenda pembahasan saat Wali Kota Tarakan, Khairul menerima kunjungan Kepala Markas Zona Tengah Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Laksamana Pertama Teguh Prasetya, Kamis (26/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan infrastruktur pengawasan maritim melalui program National Maritime Security System (NMSS) serta pemasangan Over The Horizon Radar (OTHR).
Kedua sistem itu dirancang untuk memperluas jangkauan pemantauan aktivitas di wilayah perairan Indonesia secara terintegrasi.
Dalam pemaparannya, pihak Bakamla menyampaikan rencana pembangunan 35 titik NMSS di berbagai wilayah strategis Indonesia.
Kota Tarakan masuk dalam daftar lokasi yang diproyeksikan menjadi salah satu titik pembangunan, mengingat posisinya yang berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II).
Laksamana Pertama Teguh Prasetya menjelaskan, sistem NMSS akan terhubung dengan pusat komando untuk mempercepat respons terhadap potensi pelanggaran hukum di laut, termasuk penyelundupan, pencurian sumber daya, hingga pelanggaran batas wilayah.
“Tarakan memiliki posisi strategis di jalur pelayaran internasional. Dengan dukungan sistem pengawasan terpadu, pengendalian wilayah perairan bisa dilakukan lebih efektif,” ujarnya.
Selain NMSS, Bakamla juga merencanakan pengembangan radar OTHR yang mampu mendeteksi objek dalam jarak jauh, bahkan melampaui cakupan radar konvensional.
“Teknologi ini sangat penting untuk memperkuat sistem peringatan dini di kawasan perbatasan dan jalur pelayaran padat,” tegasnya.
Wali Kota Khairul menyambut positif rencana tersebut dan menilai kehadiran fasilitas pengawasan maritim akan memberi dampak strategis bagi daerah.
“Keamanan laut berkaitan langsung dengan stabilitas daerah, investasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Pemerintah kota siap mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki,” katanya.
Ia menambahkan, koordinasi lanjutan akan dilakukan bersama instansi terkait untuk membahas kebutuhan lahan dan aspek teknis lainnya sebagai bagian dari persiapan pembangunan.
“Langkah awal tentu penyiapan administrasi dan lahan. Kami akan berkoordinasi agar rencana ini dapat berjalan sesuai tahapan,” ujar Khairul.
Rencana pembangunan fasilitas pengawasan maritim tersebut diharapkan memperkuat posisi Tarakan sebagai wilayah strategis di kawasan utara Kalimantan sekaligus mendukung sistem keamanan laut nasional secara menyeluruh. (*)










