TARAKAN, Headlinews.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tarakan bersama Yayasan LP Ma’arif NU menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang dirangkaikan dengan malam puncak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada Senin (24/8/2026) malam.
Hadir dalam kesempatan ini, para sesepuh NU, Rais Syuriyah, Wakil Ketua PC NU Kota Tarakan dan pengurus, Ketua LP Ma’arif NU, Ketua Lazis NU, Ketua LD NU, Ketua Ansor, Badan Otonom NU, Kepala Sekolah MA NU, MI NU, RA NU, dan perwakilan Lurah Karang Anyar.
Acara yang dipusatkan di halaman sekolah MI NU 1 Kota Tarakan tersebut berlangsung sangat meriah. Ratusan siswa-siswi dari jenjang RA NU, MI NU, hingga SMA NU hadir memadati lokasi acara bersama para orang tua dan wali murid.
Beragam pertunjukan seni dan bakat santri turut menyemarakkan suasana, mulai dari penampilan hadrah, pembacaan ayat suci Al Qur’an, seni tari, menyanyi, pildacil, pidato tiga bahasa, hingga pertunjukan drama musical.
Dalam momen istimewa ini, pengurus juga menyerahkan penghargaan kepada siswa yang berhasil meraih prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik hingga tingkat nasional. Acara kemudian diakhiri dengan pembagian hadiah lomba HUT ke-81 RI, tausyiah, pembacaan shalawat, serta doa bersama.
Wakil Ketua PCNU Kota Tarakan, KH Jak’far Shodiq, S.Ag menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini terasa istimewa karena memadukan momentum keagamaan, kemerdekaan, serta persiapan agenda besar jam’iyah NU.
“Malam ini adalah malam puncak peringatan HUT RI ke-81 sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Perbedaannya dari tahun sebelumnya, kali ini dilaksanakan mendekati Muktamar ke-35 NU di Jombang. Tentunya doanya pun lebih panjang dan lebih banyak yang didoakan,” ujar KH Jak’far Shodiq.
Ia menambahkan, ada dua fokus doa utama dalam kegiatan ini, pertama Doa untuk Muktamar NU yakni memohon kelancaran dan kesuksesan gelaran Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung di Jombang.
Kedua, doa untuk bangsa memohon kemakmuran dan kemajuan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah menginjak usia 81 tahun.
Memaknai korelasi antara Maulid Nabi dan HUT RI, KH Jakfar Sodik mengajak seluruh warga NU untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus mengenang jasa para ulama dan pejuang kemerdekaan. Menurutnya, generasi penerus memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu.
”Perjuangan kita hari ini berbeda dengan para pendahulu yang mengangkat senjata. Perjuangan santri saat ini adalah melawan kebodohan, kemiskinan, dan intoleransi,” tegasnya.
Mengutip pepatah “Subbanul yaum rijalul ghad” yang artinya pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan, KH Jak’far Shodiq berharap proses pendidikan di lembaga pendidikan NU—mulai dari RA, MI, hingga SMA NU—mampu mencetak generasi muda yang siap memimpin bangsa.
”Harapan kita, dari pembinaan sejak dini ini lahir calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya tangguh jiwanya, tetapi juga kokoh pemahaman agamanya,” tutupnya. (**)










