TARAKAN, Headlinews.id – Ratusan siswa se-Kota Tarakan mengikuti Pesantren Kilat Ramadan 1447 H/2026 M sekaligus program GEMPITA dan GESIT LAH, untuk membekali kemampuan ibadah, karakter, dan spiritual sejak dini di Masjid Baitul Izzah, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan ini dibuka resmi oleh Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, yang menekankan pentingnya pembiasaan nilai keagamaan dalam keseharian siswa.
“Pendidikan agama tidak berhenti di kelas. Anak-anak perlu praktik nyata agar mampu menerapkan ajaran di lingkungan rumah maupun masyarakat,” ujarnya.
Program GEMPITA mendorong siswa SD hingga SMA untuk rutin membaca Al-Qur’an sebelum memulai aktivitas belajar, sementara GESIT LAH menekankan pentingnya menjaga salat lima waktu sejak usia dini.
Khairul menegaskan, pembekalan spiritual sejak dini juga menjadi strategi menghadapi tantangan pergaulan bebas dan pengaruh media sosial.
“Nilai-nilai agama harus menjadi pondasi agar mereka mampu memilih hal yang benar dan menjaga diri dari pengaruh negatif,” ujarnya.
Dalam sesi praktik, siswa dilibatkan menjadi imam shalat dan menyampaikan khutbah singkat untuk melatih keberanian serta pemahaman materi keagamaan. Khairul menegaskan, pengalaman langsung seperti ini membentuk karakter yang lebih kuat dibanding sekadar teori.
“Melalui kegiatan ini, siswa belajar tanggung jawab, disiplin, dan kepercayaan diri. Semua itu bagian dari pembentukan generasi berakhlak mulia,” tegas Khairul.
Program Pesantren Kilat, GEMPITA, dan GESIT LAH ditargetkan menjadi agenda rutin setiap Ramadan agar seluruh siswa memiliki bekal moral, spiritual, dan disiplin ibadah.
“Tujuannya agar anak-anak tidak hanya memahami nilai agama, tetapi mampu menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Wali Kota Khairul. (*)










