TARAKAN, Headlinews.id – Cabang olahraga biliar Kota Tarakan memasang target tinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara 2026 di Kabupaten Malinau. Dengan memaksimalkan seluruh nomor pertandingan bola pool, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Tarakan membidik tujuh hingga delapan medali emas dari total 12 emas yang diperebutkan.
Ketua POBSI Kota Tarakan Asyari Akbar mengatakan, persiapan kontingen kali ini memiliki warna berbeda dibandingkan Porprov sebelumnya. Untuk pertama kalinya, Tarakan juga akan menurunkan atlet putri yang ikut bersaing dalam perebutan medali.
“Sekarang peluang kita cukup terbuka karena ada nomor putra dan putri. Total ada 12 medali emas yang diperebutkan, delapan dari sektor putra dan empat dari putri. Kami menargetkan bisa membawa pulang tujuh sampai delapan emas,” kata Asyari.
Kekuatan kontingen akan dibangun dari atlet-atlet lokal. POBSI Tarakan menyiapkan seluruh atlet putra dan putri untuk mengikuti nomor pertandingan yang tersedia pada kategori bola pool, mulai bola 8, bola 9, bola 10 hingga bola 15, termasuk nomor ganda.
Asyari menegaskan, komposisi atlet yang disiapkan tidak menggunakan pemain dari luar daerah. Pengurus juga berupaya menghimpun atlet asal Tarakan yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah agar kembali memperkuat kontingen pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Untuk pemain putra semuanya dari Tarakan, tidak ada yang kami ambil dari luar. Atlet putri juga demikian. Kami mengandalkan kekuatan daerah sendiri, termasuk beberapa atlet Tarakan yang sekarang sedang sekolah di Balikpapan dan Samarinda,” ungkapnya.
Upaya meningkatkan perolehan medali tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi POBSI Tarakan memperbaiki hasil Porprov I Kaltara 2022. Saat itu, cabang biliar Tarakan menempati posisi kedua dengan perolehan tiga medali emas, empat perak, dan tiga perunggu.
Kali ini, POBSI membidik gelar juara umum. Namun, persiapan menuju Malinau masih dihadapkan pada keterbatasan dukungan pembiayaan. Dari sekitar 16 hingga 17 orang yang direncanakan masuk dalam rombongan, KONI Tarakan hanya membiayai sembilan personel, terdiri dari enam atlet, satu manajer, satu pelatih, dan satu pemuda official.
Kondisi tersebut membuat pengurus harus mengatur keberangkatan personel lainnya secara mandiri. Begitu pula dengan pelaksanaan pemusatan latihan atau training center (TC) yang sebagian dibiayai sendiri oleh POBSI Tarakan.
“Jumlah orang yang kami siapkan sekitar 16 sampai 17 orang. Namun, pembiayaan dari KONI hanya untuk sembilan personel. Jadi, kami harus mencari cara agar atlet dan pendamping lainnya tetap bisa berangkat. Untuk TC juga kami jalankan dengan kemampuan sendiri,” jelasnya.
Keterbatasan fasilitas juga membuat Tarakan belum dapat mengikuti seluruh nomor pertandingan cabang biliar. POBSI belum menurunkan atlet pada nomor carom dan snooker lantaran belum memiliki meja serta perlengkapan pendukung untuk kedua nomor tersebut.
“Untuk carom dan snooker memang belum bisa kami ikuti. Peralatan dasarnya saja belum tersedia, termasuk meja dan stik. Jadi, untuk Porprov kali ini kami memusatkan kekuatan pada nomor bola pool yang memang sudah memiliki atlet dan fasilitas latihan,” tuturnya.
Terkait jadwal pertandingan, pengurus POBSI Tarakan dijadwalkan berangkat ke Kabupaten Malinau pada 9 November 2026. Kedatangan tersebut untuk mengikuti technical meeting dan delegation meeting bersama ketua pengurus cabang POBSI se-Kaltara pada 10 November.
Sementara rombongan atlet dijadwalkan menyusul pada 10 November. Pertandingan cabang biliar sendiri berlangsung pada 11 hingga 16 November 2026.
Asyari berharap seluruh atlet dapat menjaga kesiapan dan semangat bertanding hingga kompetisi berlangsung. Ia juga berharap capaian pada Porprov kali ini dapat membuka ruang pembinaan lebih besar bagi biliar Tarakan, terutama terkait dukungan fasilitas dan pembiayaan.
“Target kami membawa pulang gelar juara umum. Kami sudah mempersiapkan atlet dengan kemampuan yang ada. Mudah-mudahan seluruh perjuangan ini mendapat hasil maksimal. Ke depan, kami juga berharap biliar mendapat dukungan lebih besar, sebab potensi atlet Tarakan untuk menyumbangkan medali emas cukup banyak,” pungkasnya. (saf)







