MALINAU, Headlinews.id — Potensi dampak lingkungan dan sosial dari rencana perkebunan kelapa sawit di Malinau mulai dikaji dalam forum konsultasi publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang digelar di ruang Laga Fratu, Kantor Bupati Malinau, ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan terhadap rencana investasi perkebunan oleh PT Anea Agro Nusantara.
Berbagai unsur masyarakat dilibatkan dalam forum tersebut, mulai dari kepala desa, tokoh adat, hingga perwakilan pemuda. Masukan yang dihimpun diharapkan menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen AMDAL sebelum proyek dijalankan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, menegaskan konsultasi publik merupakan tahapan penting untuk memastikan pembangunan berjalan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat.
“Konsultasi publik ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan, termasuk potensi dampak yang perlu diperhatikan sebelum kegiatan dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menilai, investasi di sektor perkebunan memiliki peluang ekonomi, namun tetap harus diimbangi dengan pengelolaan risiko yang matang.
“Setiap investasi pasti membawa dampak. Yang perlu dipastikan adalah bagaimana dampak tersebut bisa dikendalikan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sejak awal menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan sosial.
“Masyarakat harus menjadi bagian dari proses, sehingga arah pembangunan bisa berjalan seimbang dan tidak merugikan,” jelasnya.
Pemerintah daerah tetap membuka peluang investasi dengan catatan seluruh proses harus mengacu pada prinsip kehati-hatian dan keseimbangan kepentingan.
Forum ini diharapkan dapat menghasilkan masukan yang komprehensif sebagai bahan penyusunan AMDAL, sehingga rencana investasi dapat berjalan secara terukur dan bertanggung jawab.
“Investasi tetap terbuka, tetapi harus memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat serta memperhatikan aspek lingkungan,” tegasnya. (*)










