JAKARTA, Headlinews.id – Perluasan akses internet hingga ke ratusan desa di Kalimantan Timur mulai memperkecil kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan, sekaligus mengantarkan provinsi tersebut meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai daerah yang dinilai mampu mendorong percepatan pembangunan konektivitas digital, terutama dalam menjangkau wilayah pedesaan yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses jaringan.
Pelaksana Tugas Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari konsistensi pemerintah daerah dalam memperluas infrastruktur digital secara bertahap hingga ke desa-desa.
“Yang kami dorong bukan hanya membangun jaringan, tetapi memastikan masyarakat benar-benar bisa memanfaatkan akses tersebut untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Salah satu program utama yang menjadi penggerak adalah Internet Desa Gratis yang mulai dijalankan sejak April 2025 sebagai bagian dari upaya pemerataan akses digital.
Melalui program tersebut, jaringan internet kini telah menjangkau 803 desa dari total 841 desa di Kalimantan Timur, termasuk wilayah yang sebelumnya tergolong sulit dijangkau layanan jaringan.
“Sebagian besar desa sudah terhubung. Sisanya sedang kami kejar agar seluruh wilayah bisa mendapatkan layanan yang sama,” katanya.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh desa yang belum terjangkau dapat segera terhubung melalui penguatan infrastruktur di titik-titik yang masih mengalami keterbatasan jaringan.
Selain memperluas jangkauan, peningkatan kualitas koneksi juga menjadi perhatian agar layanan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Jaringan yang dibangun tidak hanya tersedia, tetapi juga harus stabil dan mendukung aktivitas masyarakat, baik untuk pendidikan, layanan publik, maupun kegiatan ekonomi,” jelasnya.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menekankan keberadaan internet di desa perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Pemanfaatan internet harus diarahkan untuk kegiatan yang memberikan nilai tambah, terutama di bidang pendidikan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan literasi digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memahami penggunaan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
Penghargaan yang diraih tersebut menjadi salah satu indikator bahwa upaya pemerataan konektivitas digital di Kalimantan Timur mulai menunjukkan hasil, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital di seluruh wilayah.
“Literasi digital perlu terus ditingkatkan agar masyarakat bisa menggunakan teknologi dengan tepat dan bermanfaat,” tegasnya. (*)









