SAMARINDA, Headlinews.id – Sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Timur mulai dilibatkan dalam program kebanksentralan yang digagas Bank Indonesia guna memperkuat peran akademisi dalam merespons isu-isu strategis ekonomi daerah.
Program ini diluncurkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur melalui kegiatan kick off pendidikan kebanksentralan yang dirangkaikan dengan kuliah umum, Kamis (23/4/2026).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Jajang Hermawan menegaskan keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman ekonomi, khususnya yang berkaitan dengan peran dan kebijakan bank sentral.
“Perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk mengembangkan pemahaman ekonomi yang lebih kontekstual. Karena itu, kami mendorong kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang lahirnya gagasan yang relevan dengan kebutuhan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program kebanksentralan kini dikembangkan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, mencakup aspek pembelajaran, penelitian, hingga pemberdayaan mahasiswa.
“Pendekatan yang kami lakukan tidak lagi parsial. Kami ingin ada kesinambungan antara proses belajar, riset, hingga kontribusi nyata mahasiswa di masyarakat,” katanya.
Melalui skema tersebut, Bank Indonesia mendorong peningkatan literasi kebanksentralan, penguatan riset oleh civitas akademika, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan.
Keterlibatan mahasiswa juga diarahkan pada penguatan komunitas penerima manfaat, termasuk Generasi Baru Indonesia (GenBI), sebagai bagian dari upaya membangun agen perubahan di lingkungan kampus.
Di sisi lain, perguruan tinggi menyambut kolaborasi ini sebagai peluang untuk memperluas ruang pembelajaran yang lebih aplikatif dan berbasis kebutuhan nyata.
Rektor Universitas Kutai Kartanegara, Ince Raden, menilai sinergi dengan Bank Indonesia dapat memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan kebijakan ekonomi.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk memperkaya proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana kebijakan ekonomi dirumuskan dan diimplementasikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut penting untuk menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi yang semakin dinamis.
“Ke depan dibutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga responsif terhadap perkembangan ekonomi,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Bank Indonesia Kaltim dengan sejumlah perguruan tinggi di Samarinda, sebagai langkah memperluas implementasi program.
Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat peran kampus dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas generasi muda. (*/rf)







