TARAKAN, Headlinews.id – Pengembangan jagung di Kalimantan Utara didorong tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi dilanjutkan dengan pengolahan sebagai bahan baku pakan ternak. Skema tersebut dinilai dapat menghubungkan sektor pertanian dengan kebutuhan peternakan ayam dan telur di daerah.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kaltara, Jufri Budiman, mengatakan jagung memiliki posisi penting dalam pengembangan peternakan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pakan. Menurutnya, Kaltara memiliki potensi untuk mengembangkan tanaman jagung di sejumlah wilayah.
“Terkait dengan ayam dan telur, memang menurut saya kuncinya adalah pakan. Kita harus memberikan ruang kepada desa yang kira-kira bisa mengembangkan pertanian terkait dengan jagung. Jagung ini kan nanti kaitannya dengan pakan,” kata Jufri.
Jufri menyebut pengembangan jagung dapat dilakukan di berbagai daerah, termasuk Nunukan dan Bulungan. Potensi tersebut menurutnya perlu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pakan yang dibutuhkan peternakan di Kaltara.
“Jagung ini bisa tumbuh di mana saja. Di seluruh Kaltara ini bisa, mau Nunukan, di Bulungan itu bisa. Dan jagung-jagung yang bagus hasilnya juga ada,” ujarnya.
Menurut Ketua Komisi III DPRD Kaltara ini lagi, produksi jagung sebaiknya tidak hanya dijual dalam bentuk hasil panen. Pemerintah dapat mendorong pengolahan jagung menjadi pakan sehingga hasil pertanian memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan peternakan.
Ia mencontohkan pola pengembangan yang dapat menghubungkan wilayah penghasil jagung dengan wilayah yang memiliki aktivitas peternakan. Dengan pola tersebut, hasil produksi pertanian dapat dimanfaatkan di wilayah sekitar sebelum dipasarkan lebih jauh.
“Pemerintah mungkin lebih fokus ke home industry. Jadi ketika hasil jagungnya diolah menjadi pakan, tidak jauh-jauh, tapi di satu desa. Mungkin desa-desa tetangga ada yang peternakan, desa ini bagian penanaman jagung. Hasilnya nanti saling terhubung,” jelasnya.
Jufri menilai pola tersebut dapat membuat kebutuhan pakan lebih dekat dengan lokasi peternakan. Di sisi lain, petani jagung memiliki tujuan pemanfaatan hasil produksi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan sektor peternakan.
Keterhubungan tersebut juga dapat mendukung peningkatan produksi telur. Menurut Jufri, ketersediaan pakan menjadi salah satu unsur yang harus diperhatikan ketika pengembangan peternakan ayam dilakukan secara berkelanjutan.
“Pakan telur ini bisa meningkat, peternakan telur juga meningkat. Tidak jauh-jauh untuk mendapatkan pakan, dan tidak jauh-jauh juga untuk menjual hasil dari pertanian,” katanya.
Ia mengatakan pengembangan jagung dan pengolahan pakan perlu disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. Dengan demikian, produksi pertanian tidak berjalan sendiri, tetapi dapat langsung menopang kebutuhan sektor peternakan.
Bagi Jufri, Kaltara memiliki modal sumber daya untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan secara bersamaan. Penguatan hubungan antara produksi jagung dan kebutuhan pakan menjadi salah satu bagian yang dapat dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan bahan pakan dari luar daerah.
“Petani-petani di Kaltara sebenarnya juga tidak kalah. SDM-nya tidak kalah, potensinya semua ada. Jadi bagaimana hasil pertanian ini bisa kita dorong supaya punya manfaat yang lebih besar dan bisa menunjang kebutuhan peternakan kita sendiri,” tutup Jufri. (saf)










