Senin, Oktober 12, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home BERITA

Beranjak ke Era Digital, Tenun Kaltara Melaju dengan Kearifan Lokal

by Redaksi 1
27 Agustus 2026
in BERITA, KALTARA, Tarakan
A A

Maria Nona (44) salah satu anggota Kelompok Pengrajin Tenun Pakis Kaltara saat menenun motif khas Kaltara.

TARAKAN, Headlinews.id – Tantangan yang datang silih berganti sejak merintis usaha kain tenun pada 2018, tak membuat Yohanes Suyanto berhenti berkarya. Dari proses panjang itu, Ketua Koordinator Kelompok Pengrajin Tenun Pakis Kaltara ini mengembangkan beragam pola dan motif yang mengangkat kearifan lokal.

Yohanes merupakan pria asal Maumere, Nusa Tenggara Timur kelahiran 56 tahun lalu. Ia menetap dan menjadi penduduk Tarakan sejak Tahun 1996. Dari sebelumnya hanya seorang pekerja di perusahaan tambang batu bara kemudian beralih ke usaha tenun beranggotakan 20 orang.

“Awalnya hanya untuk kebutuhan sendiri, sampai ada teman yang mau pesan juga. Jadi, saya mulai dari pesanan orang di sekitar dulu,” ujar Yohanes, Senin (24/6/2026).

BACA JUGA
  • Waspada Uang Palsu, Warga Perbatasan Nunukan Dibekali Edukasi
  • Edukasi Rupiah Dikemas Kreatif, Libatkan Komunitas dan Generasi Muda
  • Fasilitas Ramah Disabilitas dan Kanal Digital Antar BI Kaltara Raih Penghargaan

Dengan modal seadanya, Yohanes bersama keluarga kecilnya mulai memproduksi kain tenun menggunakan warna dan motif masih membawa ciri khas kampung halamannya. Seiring berjalan waktu, peminat mulai berdatangan.

Baru memulai usaha, Yohanes sudah harus menghadapi Covid-19. Dampaknya cukup besar saat itu, orderan sudah masuk tetapi pemerintah mengeluarkan intruksi jaga jarak. Pilihannya, semua pekerjaan dilakukan di rumah masing-masing pekerja.

Setelah Covid-19 berlalu, orderan semakin bertambah. Ia bangkit dengan pola baru, mulai dari motif hingga teknik pembuatan warna.

“Ada lima langkah saya kerjakan sendiri. Ketika benang sudah siap, saya serahkan kepada anggota untuk proses penenunan. Untungnya saat itu, waktu selesai Covid-19, ada dukungan dari pemerintah, pemasaran tetap berlangsung dan orderan ada terus,” ungkapnya.

Berbagai motif mulai bermunculan, salah satunya, pola pakis yang merupakan tanaman asal Kaltara. Namun, masih menggunakan satu motif yang dominan.

Baca Juga  Geopolitik Global Berpotensi Pengaruhi Harga Pangan di Kaltara

Ia mulai melakukan kolaborasi agar motifnya tidak monoton. Mengumpulkan berbagai informasi dari beberapa suku yang ada di Kaltara. Misalnya, Suku Dayak Kenyah, beberapa suku Dayak lainnya, serta Tidung.

“Di aplikasikan menjadi kain khas Kaltara, seperti motif Pakis, Tandu Galung, Belah Ketupat, Tabur Bintang, Tameng, Burung Enggang. Dua tahun terakhir ini, kami kolaborasikan berbagai jenis motif dan warna,” tuturnya.

Proses pewarnaan, bisa dengan cara fermentasi atau proses perebusan. Setiap warna memiliki teknik berbeda-beda, misalnya warna biru menggunakan daun nila. Sedangkan hitam hasil kolaborasi beberapa bahan.

“Tapi, untuk jenis dan komposisi bahan tertentu, saya memang tidak terlalu terbuka karena itu merupakan salah satu resep rahasia dalam proses produksi,” tandasnya.

Proses hingga menjadi selembar kain membutuhkan waktu satu bulan. Penenunan yang paling lama, sekitar tujuh hari. Sedangkan proses lainnya bisa lima hari, tiga hari atau dua hari.

Sedangkan modal, satu kain sekitar Rp1,5 juta dengan harga jual Rp2 jutaan. Dalam sebulan, ia bisa menghasilkan sekitar 20 lembar berukuran tiga meter dan lebar 80 sentimeter. Semua prosesnya tidak bisa dilakukan secara cepat, harus memiliki ketelatenan dan ketelitian, sehingga tidak bisa berpacu dengan waktu.

Ketua Koordinator Kelompok Pengrajin Tenun Pakis Kaltara, Yohanes Suyanto saat diwawancarai awak media.

Yohanes juga sudah mengembangkan kerajinan tenun menjadi produk seperti tas, gelang hingga syal. Gayung bersambut, peminat bertambah tidak hanya dari Jakarta tetapi juga dari luar negeri, seperti Malaysia.

“Pemesanannya melalui online. Kami didorong membuat badan usaha, biarpun perseorangan saja, supaya bisa membuka market luar Kaltara sampai ke luar negeri. Makanya kami bersyukur sekali bisa dibantu pemerintah daerah, termasuk dari Bank Indonesia (BI),” ungkapnya.

Bantuan yang didapatkannya, tidak hanya dalam bentuk pelatihan, informasi dan pembinaan dari pemerintah daerah, tetapi juga peralatan dari Perwakilan BI Provinsi Kaltara. Diantaranya, peralatan tenun, menggiling atau mengolah bahan warna hingga alat penampung air atau tandon.

Baca Juga  BI Perkuat Kesiapan 100 UMKM Kaltara Akses Pembiayaan

Pendampingan dari BI sejak tahun 2021 tidak langsung mendapatkan bantuan, melainkan harus melalui proses pembinaan mulai dari pelatihan teknis, pemasaran, bagaimana melihat pasar, serta pemasaran secara digital.

“Dulu kami lebih banyak melakukan pemasaran secara offline. Sekarang, sudah bisa menggunakan market digital,” tuturnya.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Tarakan, Ardiansyah mengatakan pembinaan UMKM tidak harus dilakukan oleh satu instansi saja. Ada beberapa instansi lain yang juga berkolaborasi, seperti Bank Indonesia, perbankan, Pertamina, maupun BUMN yang memiliki program pembinaan UMKM.

“Misalnya melalui UMKM Center dan berbagai event pemerintah kota yang melibatkan pelaku UMKM. Kemarin ada UMKM Fair dan itu cukup membantu peningkatan pendapatan UMKM,” jelas Ardiansyah, dihubungi Rabu (26/8/2026).

Membawa pelaku UMKM beranjak ke digitalisasi, kata dia juga sudah dilakukan. Awal Agustus lalu, DKUKMP juga memberikan pelatihan penggunaan Inaproc (Indonesia Procurement) sebuah ekosistem digital nasional untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagai etalase resmi produk dan jasa bersertifikat TKDN/PDN dari penyedia terverifikasi.

“Pemasaran digital memang sudah menjadi bagian dari perkembangan UMKM. Bahkan pembinaan untuk pemanfaatan AI sudah kami lakukan. Sekarang eranya digital, UMKM juga perlu memanfaatkannya,” ungkapnya lagi.

Dukungan yang sama turut disampaikan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kaltara, Sipta Meylina Denny Harianto. Ia menyebut Pemprov Kaltara mendorong keterampilan dan kerajinan membawa kearifan lokal, sekaligus mengembangkan kekayaan budaya lokal dalam karya modern.

Meski, ia mengakui diperlukan pembinaan yang berkelanjutan agar bisa menciptakan pelaku usaha kreatif dan mampu membawa identitas Kaltara ke tingkat nasional hingga internasional.

“Kaltara memiliki beragam kekayaan wastra, mulai dari batik hingga tenun khas daerah yang dapat dikembangkan menjadi produk fashion bernilai ekonomi. Apalagi, budaya lokal kita memiliki potensi besar. Tantangannya, bagaimana mengolahnya menjadi karya yang kreatif, modern, dan relevan dengan generasi sekarang,” pungkasnya.

Baca Juga  Dalam Waktu Singkat, Tim Gabungan Polres Tarakan Ringkus Pelaku Penganiayaan Maut di Karang Rejo

 

 

Reporter : Riris Bandriyani

Tags: ArdiansyahBI KaltaraDigitalDKUKMPMaumereTenun KaltaraTenun PakisYohanes KaltaraYohanes SuyantoYohanes Tenun
Advertisement Banner

Baca Juga

Pengadaan Peralatan Panahan Porprov Mepet, Perpani Kaltara Minta Dana Segera Dicairkan
KALTARA

Pengadaan Peralatan Panahan Porprov Mepet, Perpani Kaltara Minta Dana Segera Dicairkan

11 Oktober 2026
Bank Indonesia Kaltara, Agus Taufik, sistem pembayaran, QRIS Kaltara, BI-FAST, BI-RTGS, SKNBI, transaksi digital, pembayaran nontunai, ekonomi Kaltara, Tarakan
KALTARA

Bank Indonesia Kaltara, Agus Taufik, sistem pembayaran, QRIS Kaltara, BI-FAST, BI-RTGS, SKNBI, transaksi digital, pembayaran nontunai, ekonomi Kaltara, Tarakan

11 Oktober 2026
BPPMHKP dan Badan POM Satukan Pengawasan Pangan Perikanan Kaltara
Ekonomi

BPPMHKP dan Badan POM Satukan Pengawasan Pangan Perikanan Kaltara

11 Oktober 2026
Polisi Geledah Rumah Sebengkok, Sita 30 Paket Diduga Sabu
KRIMINAL

Polisi Geledah Rumah Sebengkok, Sita 30 Paket Diduga Sabu

10 Oktober 2026
Enam Orang Dibawa ke Tahap Asesmen Usai Operasi Narkoba di Tarakan
KALTARA

Enam Orang Dibawa ke Tahap Asesmen Usai Operasi Narkoba di Tarakan

10 Oktober 2026
Operasi Sarang Narkoba Sasar Tiga Lokasi di Tarakan, Tujuh Orang Diamankan
KRIMINAL

Operasi Sarang Narkoba Sasar Tiga Lokasi di Tarakan, Tujuh Orang Diamankan

10 Oktober 2026
Next Post
Pengadilan Tinggi Kaltim Vonis Handy 3 Tahun, Korban Tetap Tagih Kewajiban

Pengadilan Tinggi Kaltim Vonis Handy 3 Tahun, Korban Tetap Tagih Kewajiban

Ekspor Kepiting Jalan, Data Populasi Kaltara Belum Terpetakan

Ekspor Kepiting Jalan, Data Populasi Kaltara Belum Terpetakan

Bantuan Pascabencana Disalurkan, Warga Terdampak Longsor Terima Uang dan Material

Bantuan Pascabencana Disalurkan, Warga Terdampak Longsor Terima Uang dan Material

Berita Populer

  • Kredit Rp759 Miliar Seret Group Head BRI Agro dan Dirut PT SSP Jadi Tersangka

    Kredit Rp759 Miliar Seret Group Head BRI Agro dan Dirut PT SSP Jadi Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Peserta Berebut Kursi Sekda Nunukan, Asesmen Digelar di LAN Makassar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kongkalikong BRI Agro dan PT SSP, Dugaan “Cash Back” Mengalir di Kredit Rp759 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KONI Ajukan Rp8,9 Miliar untuk Porprov, Dispora Kaltara Verifikasi Rp3,5 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.