NUNUKAN, Headlinews.id – Patroli bersama di perbatasan Nunukan menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi pertahanan antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus menjaga stabilitas kawasan perbatasan.
Kegiatan patroli terkoordinasi (Patkor) Seri 1 Tahun 2026 resmi dimulai di wilayah Pos Serudong, Malaysia. Patroli ini melibatkan Satgas Pamtas Batalyon Kavaleri 13/Satya Lembuswana (TNI AD) bersama Batalyon 7 Royal Malay Regiment (RAMD) Tentara Darat Malaysia.
Fokus utama patroli diarahkan pada pengecekan patok batas negara yang tersebar di sepanjang garis perbatasan darat.
Selain memastikan kejelasan batas wilayah, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan koordinasi antar prajurit di lapangan.
Dansatgas Pamtas Yonkav 13/SL, Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana mengatakan patroli bersama menjadi langkah penting dalam menjaga kesepahaman kedua negara terkait batas wilayah.
“Melalui patroli ini, kami memastikan patok batas tetap sesuai dengan kesepakatan. Ini juga bagian dari upaya mencegah potensi salah persepsi di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil pengecekan sementara menunjukkan kondisi patok batas masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan adanya pergeseran.
“Sejauh ini patok masih aman dan tidak ada perubahan. Ini menunjukkan kesepakatan yang sudah ada tetap terjaga,” katanya.
Selain pengecekan fisik batas negara, patroli juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antar personel kedua negara yang bertugas di wilayah perbatasan.
“Interaksi di lapangan penting untuk membangun kepercayaan. Dengan komunikasi yang baik, potensi konflik bisa diminimalkan,” jelasnya.
Patroli dijadwalkan berlangsung selama delapan hari dengan melibatkan masing-masing 17 personel dari Indonesia dan Malaysia. Tim gabungan akan menyusuri jalur perbatasan untuk memastikan kondisi wilayah tetap terkendali.
Selain itu, patroli ini juga memiliki peran dalam mencegah aktivitas ilegal di kawasan perbatasan, seperti penyelundupan barang terlarang maupun pelanggaran lintas batas.
Pasiter Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL, Kapten Kav Yurika Anggoro Putra menyebut patroli bersama merupakan bentuk konkret kerja sama militer bilateral yang telah lama terjalin.
“Kegiatan ini tidak hanya soal pengamanan wilayah, tetapi juga bagian dari menjaga hubungan baik antar kedua negara di tingkat prajurit,” ujarnya.
Menurutnya, kejelasan batas negara yang telah disepakati selama ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas kawasan perbatasan.
“Garis batas sudah jelas, baik secara alami maupun melalui patok. Tugas kita memastikan kondisi itu tetap terjaga,” katanya.
Ia menambahkan, patroli bersama juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan atau confidence building measures antar militer kedua negara.
“Dengan kegiatan seperti ini, kita membangun rasa saling percaya. Itu penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah perbatasan,” pungkasnya. (saf)








