TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Partai Golkar Kalimantan Utara mulai mematangkan langkah organisasi menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029 melalui rapat pengurus pleno yang digelar di Tanjung Selor, Sabtu (30/5/2026).
Konsolidasi struktur partai hingga tingkat kabupaten dan kota menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam forum tersebut.
Rapat pleno dipimpin Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Utara Syarwani, S.Pd., M.Si. dan dihadiri jajaran pengurus partai, organisasi sayap, serta organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar.
Sekretaris DPD I Golkar Kaltara Adi Nata Kusuma mengatakan pleno tersebut merupakan tindak lanjut arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sekaligus forum evaluasi terhadap program kerja kepengurusan di tingkat provinsi.
“Rapat pleno ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi seluruh pengurus dan kader dalam menjalankan program partai. Selain melakukan evaluasi, kami juga menyusun langkah-langkah strategis agar organisasi tetap solid menghadapi agenda politik ke depan,” ujarnya.
Menurut Adi, semangat yang diusung dalam pleno sejalan dengan tema kegiatan, yakni Suara Rakyat Suara Golkar, Golkar Solid Indonesia Maju. Tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh kader agar terus hadir di tengah masyarakat dan responsif terhadap berbagai aspirasi daerah.
Ia menambahkan, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga kemampuan kader dalam menerjemahkan kebutuhan masyarakat menjadi program kerja yang nyata.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD I Golkar Kaltara Lufti Fahmi menyebut penguatan struktur organisasi menjadi salah satu fokus utama pembahasan dalam rapat pleno.
“Kami sedang melakukan penataan dan validasi infrastruktur partai secara menyeluruh. Seluruh elemen organisasi harus bergerak dalam satu arah sehingga Golkar Kaltara memiliki kesiapan menghadapi berbagai tantangan politik yang akan datang,” katanya.
Selain penataan struktur, validasi keanggotaan juga menjadi perhatian partai guna memastikan data organisasi tetap akurat dan mendukung proses konsolidasi hingga tingkat bawah.
Lufti mengatakan revitalisasi organisasi sayap dan organisasi kemasyarakatan yang didirikan maupun yang mendirikan Partai Golkar turut menjadi agenda penting dalam penguatan basis sosial dan politik partai di tengah masyarakat.
“Organisasi sayap dan ormas memiliki peran strategis dalam memperkuat kehadiran Golkar di tengah masyarakat. Karena itu, penguatan fungsi dan peran organisasi tersebut terus kami dorong hingga ke tingkat desa,” tegasnya.
Selain penguatan organisasi, pleno juga membahas percepatan pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) di tingkat kabupaten dan kota sebagai bagian dari proses konsolidasi kepengurusan.
DPD I Golkar Kaltara menargetkan seluruh DPD II kabupaten dan kota dapat melaksanakan Musda paling lambat akhir Juli 2026.
Forum tersebut diharapkan melahirkan kepengurusan baru sekaligus menghasilkan keputusan strategis dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
“Musda menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi di daerah sekaligus menyiapkan kader-kader terbaik dalam menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029,” ujar Lufti.
Di sisi lain, kaderisasi berkelanjutan juga menjadi perhatian partai melalui penyiapan kader potensial yang akan mengawal program-program organisasi dan memperkuat peran Golkar di Kalimantan Utara.
Rapat pengurus pleno berlangsung dengan dihadiri unsur fungsionaris DPD I Golkar Kaltara, organisasi sayap AMPG dan KPPG, serta organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar. Kegiatan berjalan sesuai mekanisme organisasi dan ketentuan AD/ART partai. (saf)










