TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang menempati trotoar dan saluran drainase di pusat kota Tanjung Selor menimbulkan risiko bagi warga. Saluran air tersumbat dan jalur pejalan kaki terganggu, sehingga Satpol PP dan PMK Kabupaten Bulungan memperingatkan agar lapak segera dibongkar.
Kepala Satpol PP dan PMK Bulungan, Wilson Ului mengatakan fasilitas umum seperti trotoar dan drainase bukan untuk berdagang. Ia menekankan dampak dari lapak yang menutup akses ini bisa mengganggu arus lalu lintas hingga memicu kecelakaan.
“Drainase tersumbat menyebabkan air meluap saat hujan, sementara trotoar yang dipenuhi gerobak memaksa pejalan kaki turun ke jalan. Ini berpotensi membahayakan masyarakat,” kata Wilson saat memantau lokasi, Selasa (24/2/2026).
Wilson menjelaskan, sejumlah pedagang masih menempati area yang seharusnya bebas untuk publik, termasuk lapak semi permanen dan penjual bensin eceran.
Pendekatan persuasif sebelumnya belum sepenuhnya berhasil, sehingga Satpol PP menegaskan ultimatum.
“Pemeriksaan dan teguran sudah dilakukan. Sekarang waktunya membongkar lapak demi keselamatan warga. Kalau masih diabaikan setelah Lebaran, pembongkaran paksa akan dilakukan,” tegasnya.
Menurutnya, penataan ini bukan sekadar soal estetika kota. Fungsi drainase dan trotoar harus dikembalikan agar arus pejalan kaki lancar dan banjir dapat diminimalisir.
Ia menambahkan, kolaborasi pedagang dan pemerintah menjadi kunci agar perbaikan berjalan lancar.
“Tujuan utama adalah menjaga fasilitas publik tetap berfungsi dan kota tetap tertib. Kesadaran pedagang sangat penting agar proses ini berjalan lancar,” jelas Wilson.
Satpol PP dan PMK akan terus memantau trotoar, bahu jalan, dan saluran air yang terdampak. Pemerintah daerah menekankan penertiban ini demi ketertiban, kenyamanan, serta keselamatan warga Tanjung Selor.
“Perbaikan fasilitas publik bukan untuk membatasi usaha, tapi agar aktivitas perdagangan tidak merugikan masyarakat luas,” pungkas Wilson. (rn)










