BULUNGAN, Headlinews.id – Kecamatan Peso menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan rangkaian pertandingan olahraga, permainan tradisional, hingga pertunjukan seni budaya. Kegiatan yang berlangsung 11–19 Agustus 2026 itu melibatkan masyarakat dan sekolah dengan sejumlah cabang yang digelar di wilayah kecamatan.
Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si. membuka rangkaian kegiatan tersebut di Lapangan Sepakbola Desa Peso, Senin (11/8/2026), didampingi Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., Ketua DPRD Bulungan H. Riyanto, S.Sos., unsur DPRD, Forkopimda, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat.
Syarwani mengatakan keberagaman kegiatan yang digelar di Peso dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus mengembangkan potensi anak-anak dan generasi muda.
Menurutnya, kegiatan olahraga dan seni budaya di tingkat kecamatan perlu diberi ruang agar potensi yang muncul dari desa dapat terus berkembang.
“Kegiatan seperti ini penting karena masyarakat punya ruang untuk berolahraga, anak-anak juga bisa menunjukkan kemampuan mereka. Dari sini kita bisa melihat potensi yang ada, baik di olahraga maupun seni budaya, sehingga ke depan dapat terus dikembangkan,” kata Syarwani.
Dukungan terhadap pembinaan olahraga juga diberikan melalui penyerahan sarana olahraga kepada sekolah di Kecamatan Peso. Bupati menyerahkan lima bola kepada masing-masing sekolah yang terdiri dari 11 sekolah dasar, tujuh sekolah lanjutan tingkat pertama, dan satu sekolah menengah umum.
Bantuan tersebut ditujukan untuk menunjang aktivitas olahraga di lingkungan sekolah. Sekolah menjadi salah satu ruang awal untuk mengenali kemampuan olahraga siswa sekaligus membangun kebiasaan berolahraga sejak dini.
“Sarana olahraga di sekolah perlu diperhatikan karena dari sana kemampuan anak-anak bisa mulai terlihat. Kalau fasilitas tersedia dan mereka punya kesempatan berlatih, potensi yang dimiliki siswa lebih mudah dikembangkan,” ujar Syarwani.
Rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan di Peso tidak hanya mempertandingkan cabang olahraga prestasi. Sepak bola, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, dan sepak takraw digelar berdampingan dengan tari tradisional, musik Sampe, menyumpit, gasing, paduan suara, menembak senapan PCP, perahu dayung, perahu tinting, tarik tambang, bakiak, serta senam.
Beragamnya perlombaan membuat kegiatan melibatkan kelompok masyarakat dengan minat yang berbeda. Permainan tradisional dan seni budaya juga mendapat ruang dalam perayaan kemerdekaan sehingga kegiatan tidak terbatas pada pertandingan olahraga.
Syarwani meminta peserta dan masyarakat menjaga ketertiban selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Banyaknya cabang yang dipertandingkan dan keterlibatan peserta dari berbagai wilayah membutuhkan pengaturan bersama agar kegiatan berjalan lancar.
“Pesertanya cukup banyak dan kegiatannya berlangsung beberapa hari. Karena itu keamanan dan ketertiban harus dijaga bersama. Panitia, peserta, maupun masyarakat yang datang menonton harus sama-sama menjaga suasana supaya pertandingan bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Selain kegiatan olahraga dan seni, Pemkab Bulungan juga menyampaikan rencana pembangunan kembali Balai Adat di Kecamatan Peso. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai ruang masyarakat untuk menjalankan kegiatan kebudayaan sekaligus tempat bermusyawarah.
“Balai Adat juga penting bagi masyarakat Peso. Fungsinya untuk kegiatan budaya dan bisa menjadi tempat masyarakat berkumpul serta bermusyawarah. Karena itu pembangunan kembali fasilitas tersebut perlu kita dorong,” ujar Syarwani.
Menurutnya, penguatan kegiatan olahraga, pelestarian budaya, dan penyediaan ruang publik di tingkat kecamatan perlu berjalan beriringan. Kegiatan HUT Kemerdekaan menjadi salah satu ruang yang mempertemukan masyarakat dari berbagai desa dalam suasana kebersamaan.
“Olahraga dan budaya harus tetap hidup di tengah masyarakat. Kegiatan seperti ini memberi ruang bagi warga untuk berkumpul dan berinteraksi. Semangat senguyun atau gotong royong juga harus terus dipertahankan karena itu bagian penting dalam membangun daerah,” pungkasnya. (*/rn)








