TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Pencarian terhadap Daffa, anak laki-laki berusia 9 tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Desa Jelarai, Kabupaten Bulungan, belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian pada Selasa (11/8/2026) malam dan akan kembali menyisir lokasi pada Rabu pagi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Tarakan Syahril melalui Kasi Operasi dan Siaga SAR Tarakan Dede Hariana mengatakan, informasi kejadian diterima Unit Siaga SAR Bulungan dari BPBD Provinsi Kaltara sekitar pukul 18.40 WITA.
“Informasi yang kami terima, kejadian terjadi sekitar pukul 16.30 WITA. Seorang anak dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Desa Jelarai dan sampai saat ini masih dalam pencarian,” kata Dede, Selasa malam.
Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Lokasi kejadian berada di Sungai Desa Jelarai pada koordinat 2°49’00.0″N 117°23’38.1″E.
“Setelah informasi kami terima, personel langsung disiapkan dan bergerak ke lokasi. Pencarian dilakukan dengan melihat kondisi sekitar titik kejadian dan menyisir area yang memungkinkan untuk menemukan korban,” ujarnya.
Pencarian hari pertama dilakukan dengan metode visual di sekitar lokasi kejadian. Tim menyisir bagian sungai dan area sekitar titik korban terakhir diketahui berada.
Operasi berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WITA. Namun, penyisiran yang dilakukan tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Untuk pencarian hari pertama hasilnya masih nihil. Tim sudah melakukan penyisiran secara visual di sekitar lokasi, tetapi korban belum ditemukan,” kata Dede.
Setelah pencarian dihentikan sementara, tim gabungan melaksanakan debriefing untuk mengevaluasi pelaksanaan operasi hari pertama sekaligus menyiapkan pencarian lanjutan.
Menurut Dede, penghentian pencarian pada malam hari dilakukan sementara dan bukan berarti operasi SAR berakhir. Tim akan kembali melanjutkan pencarian pada Rabu pagi dengan melibatkan seluruh unsur yang berada di lapangan.
“Operasi SAR kami hentikan sementara malam ini setelah dilakukan debriefing. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi mulai pukul 06.30 WITA,” ujarnya.
Dalam pencarian tersebut, Basarnas melibatkan Unit Siaga SAR Bulungan, Pos AL Tanjung Selor, Polres Bulungan, Polairud Bulungan, BPBD Provinsi Kaltara, BPBD Kabupaten Bulungan, PMI Kabupaten Bulungan, keluarga korban dan masyarakat.
Tim juga mengerahkan sejumlah peralatan untuk mendukung pencarian, yakni satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), rescue car, peralatan medis, perangkat komunikasi serta perlengkapan SAR air.
Dede menyebut kondisi cuaca selama pencarian hari pertama cukup mendukung. Tidak terdapat faktor penghambat yang dilaporkan tim di lapangan.
“Cuaca saat pelaksanaan pencarian cukup cerah dan tidak ada faktor penghambat. Peralatan yang dibutuhkan juga sudah kami siapkan untuk mendukung pencarian,” katanya.
Hingga operasi hari pertama ditutup, Daffa masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR gabungan akan kembali melakukan penyisiran pada hari kedua dengan menyesuaikan kondisi sungai dan hasil evaluasi operasi sebelumnya.
“Kami akan melanjutkan pencarian besok pagi dan mengoptimalkan seluruh unsur yang terlibat. Harapannya korban dapat segera ditemukan,” pungkas Dede. (*/saf)










