TANJUNG SELOR, Headlinews.id– Pemerintah Kabupaten Bulungan mengajukan Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas, sebagai lokasi baru Pelabuhan Kayan I. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat dan mendukung arus logistik di kawasan utara Kalimantan.
Kepala Bappeda-Litbang Bulungan, Iwan Sugianta, mengatakan pemilihan lokasi baru dilandasi hasil kajian kelayakan yang selesai pada 2025.
Kajian ini menjadi pedoman teknis bagi pemerintah daerah dalam merencanakan pemindahan aktivitas pelabuhan.
“Setelah melakukan studi kelayakan, kami menilai Desa Pimping paling layak menjadi lokasi pelabuhan baru. Kajian ini mencakup aspek teknis, ekonomi, hingga aksesibilitas,” ujar Iwan, Senin (27/1/2026).
Ia menambahkan, penyusunan masterplan tahun ini akan merinci kapasitas, tata letak, dan infrastruktur pendukung pelabuhan. Dokumen tersebut nantinya menjadi acuan pengembangan jangka panjang.
“Masterplan akan memastikan pemindahan pelabuhan tidak hanya aman secara teknis, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang maksimal bagi Bulungan dan sekitarnya,” kata Iwan.
Dalam kajian, dua alternatif lokasi sempat dipertimbangkan, yakni Desa Tengkapak di Tanjung Selor dan Desa Pimping di Tanjung Palas. Berdasarkan evaluasi teknis, Pimping dinilai unggul karena akses darat dan laut yang lebih strategis.
“Pimping terhubung langsung dengan jalan provinsi menuju Kawasan Tanjung Selor–Tanah Kuning, serta memiliki jalur sungai yang memudahkan transportasi laut. Ini menjadi pertimbangan utama kami,” jelasnya.
Selain itu, desa ini dinilai lebih menjanjikan untuk pengembangan pelabuhan di masa depan, termasuk aspek sedimentasi sungai dan kelancaran mobilisasi barang. Keunggulan ini dipandang mampu mendukung peningkatan efisiensi logistik regional.
Dengan rekomendasi ini, pemerintah daerah berharap pemindahan Pelabuhan Kayan I ke Desa Pimping dapat terlaksana secara bertahap, selaras dengan pembangunan infrastruktur pendukung dan peningkatan konektivitas di Bulungan.
“Lokasi ini tidak hanya mendukung operasional pelabuhan, tapi juga memberi peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat setempat melalui kegiatan logistik, perdagangan, dan jasa pendukung,” pungkas Iwan. (rn)









