TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Kondisi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, menjadi perhatian Pemkab Bulungan setelah dilakukan peninjauan lapangan pada Rabu (9/9). Kesiapan peralatan pemadaman menjadi salah satu hal yang diperiksa di tengah kondisi cuaca yang belum merata.
Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., didampingi Sekretaris Daerah Bulungan Risdianto, S.Pi., M.Si., bersama jajaran Pemkab Bulungan turun langsung ke kawasan tersebut. Peninjauan dilakukan untuk mengetahui kondisi penanganan karhutla sekaligus mengecek sarana dan prasarana yang tersedia di sekitar lokasi.
“Di lapangan kami melihat kebutuhan peralatan masih cukup besar. Perusahaan yang berada di sekitar kawasan ini perlu ikut membantu, terutama menyiapkan alat yang memang dibutuhkan untuk mengendalikan api supaya tidak meluas,” ujar Kilat.
Sehari sebelumnya hujan telah turun di wilayah Tanjung Selor. Namun, kondisi berbeda terjadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur karena hujan belum menjangkau kawasan Mangkupadi. Situasi tersebut membuat kesiapan penanganan tetap diperlukan.
Kilat menyebut perusahaan pemegang izin memiliki kewajiban menyiapkan sarana pendukung penanggulangan karhutla sesuai ketentuan dalam dokumen perizinan maupun analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
“Ekskavator dan traktor bisa digunakan untuk membuat sekat jalan atau sekat bakar. Pompa air juga harus tersedia dengan kemampuan yang memadai. Peralatan seperti itu sangat dibutuhkan ketika petugas harus melakukan pembatasan terhadap pergerakan api,” katanya.
Penanganan karhutla, lanjutnya, tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemkab, aparat, masyarakat, kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta perusahaan perlu bergerak bersama sesuai kapasitas masing-masing.
Bulungan saat ini memiliki 34 kelompok MPA dan relawan penanggulangan karhutla. Kelompok tersebut juga membutuhkan dukungan peralatan, terutama alat pelindung diri (APD) serta kebutuhan operasional ketika turun ke lokasi kebakaran.
“MPA dan relawan ini juga harus diperkuat. Mereka membutuhkan APD dan dukungan operasional supaya ketika ada kejadian bisa bergerak dengan aman. Perusahaan di sekitar wilayah tersebut juga perlu mengambil bagian dalam pemenuhan kebutuhan itu,” jelas Kilat.
Setelah peninjauan, Pemkab Bulungan akan mengundang pimpinan perusahaan yang beroperasi di sekitar Mangkupadi dan wilayah sekitarnya. Pertemuan tersebut akan digunakan untuk membahas hasil temuan lapangan serta menentukan langkah penanganan bersama.
“Kami akan kumpulkan perusahaan untuk membicarakan kondisi ini secara langsung. Dari sana kita bisa melihat apa saja yang tersedia, apa yang masih kurang, kemudian dibagi perannya supaya penanganan di lapangan lebih cepat,” tutup Kilat. (*)








