TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Penguatan kapasitas kepala desa menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa. Sebanyak 74 kepala desa dari seluruh Kabupaten Bulungan mengikuti retreat kepemimpinan yang diharapkan mampu mendorong tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan desa yang lebih efektif.
Ketua DPRD Bulungan, Riyanto, mengatakan peningkatan kapasitas kepala desa harus diikuti dengan perubahan dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, hasil retreat perlu diwujudkan melalui pelayanan yang lebih baik, pengelolaan anggaran yang akuntabel, serta pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Masyarakat tentu berharap ada perubahan setelah kepala desa mengikuti kegiatan ini. Yang dilihat bukan hanya keikutsertaannya, tetapi bagaimana cara memimpin, memberikan pelayanan, dan menyelesaikan persoalan di desa menjadi lebih baik,” ujarnya, Senin (20/7).
Riyanto menilai kepala desa merupakan ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan yang diambil harus didasarkan pada kebutuhan warga serta dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Seorang kepala desa memegang tanggung jawab yang besar. Setiap keputusan harus dipikirkan dengan matang karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Pemerintahan desa juga harus berjalan terbuka agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Selain memperkuat kepemimpinan, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan Dana Desa secara tertib dan akuntabel. Menurutnya, seluruh anggaran yang dikelola pemerintah desa harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dana desa harus digunakan sesuai perencanaan dan aturan yang berlaku. Administrasinya harus rapi, pelaksanaannya tepat sasaran, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Yang terpenting, masyarakat bisa merasakan hasil pembangunan dari anggaran tersebut,” tegasnya.
Riyanto juga meminta kepala desa memperkuat koordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. Menurutnya, komunikasi yang baik akan memudahkan penyelesaian berbagai persoalan di tingkat desa.
“Libatkan semua pihak dalam proses pembangunan. Kalau komunikasi berjalan baik, banyak persoalan bisa diselesaikan lebih cepat dan program yang dijalankan juga akan lebih tepat sesuai kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap retreat menjadi titik awal bagi seluruh kepala desa untuk meningkatkan kualitas pemerintahan desa sekaligus memperkuat integritas sebagai pemimpin di wilayah masing-masing.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama seorang kepala desa. Karena itu, jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, bekerja secara profesional, dan pastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(*/rn)










