BALIKPAPAN, Headlinews.id – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melalui Wellness Program SINERGIA 2025–2026 berhasil mencatat penurunan berat badan kolektif hingga 1.532 kilogram disertai perbaikan berbagai indikator kesehatan pekerja. Capaian tersebut diumumkan dalam Closing Ceremony Wellness Program SINERGIA 2025–2026 yang dirangkai dengan kegiatan Fun Run di Pasir Ridge Complex, Balikpapan, pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini menjadi puncak program peningkatan kesehatan pekerja yang telah berlangsung selama kurang lebih 20 minggu atau lima bulan dan diikuti oleh 2.116 pekerja perusahaan yang tergabung dalam 529 kelompok.
Wellness Program merupakan program tahunan yang secara konsisten dilaksanakan sejak 2019, sebagai upaya membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kualitas kesehatan pekerja. Setiap tahun program ini hadir dengan tema yang berbeda sesuai kebutuhan dan tantangan kesehatan pekerja. Pada periode 2025–2026, program ini mengusung tema SINERGIA (Sehat, Inovasi, Energik dan Aktif serta Bahagia) yang mencerminkan semangat kolaborasi dalam membangun pekerja yang sehat, produktif, dan bahagia. Wellness Challenge SINERGIA ini merupakan salah satu program ONE KOLAB – KOLABORAFIT yang merupakan salah satu dari program Living Core Value (LCV)/Project Charter Budaya (PCB) tahun 2026.
General Manager Zona 10, Darmapala, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung peningkatan kesehatan pekerja sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan. “Melalui Wellness Program SINERGIA, perusahaan mendorong pencegahan dan pengendalian risiko kesehatan dengan mengedepankan enam pilar utama, yaitu gizi seimbang, istirahat yang cukup, manajemen stres, hubungan sosial yang sehat, pengendalian penggunaan zat adiktif, serta olahraga teratur,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan gaya hidup modern yang ditandai dengan menurunnya aktivitas fisik, pola kerja sedentari seperti duduk dalam waktu lama di depan komputer, serta kecenderungan menjalani gaya hidup pasif menjadi tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. “Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolik, kenaikan berat badan, penyakit degeneratif, hingga penyakit akibat kerja dan cedera, yang pada akhirnya dapat memengaruhi produktivitas, kesehatan, serta keselamatan kerja,” jelasnya.
Selama program berlangsung, peserta juga mendapatkan dukungan melalui pengukuran kesehatan berkala, kelas edukasi, konsultasi nutrisi, layanan Employee Assistance Program (EAP), serta berbagai kampanye hidup sehat lainnya. Program yang berlangsung sejak 11 Desember 2025 hingga 29 April 2026 tersebut mendapat antusiasme tinggi dari pekerja. Jumlah peserta kali ini menunjukkan tren partisipasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun, sekaligus mencerminkan tumbuhnya kesadaran pekerja akan pentingnya kesehatan.
Komitmen dan konsistensi para peserta menghasilkan capaian kesehatan yang menggembirakan. Selain penurunan berat badan kolektif sebesar 1.532 kilogram, peserta juga berhasil menurunkan angka Body Mass Index (BMI) sebesar 551 poin, mengurangi lingkar perut hingga 4.043 sentimeter, serta menurunkan angka visceral fat atau lemak perut sebesar 673 poin. Capaian tersebut menunjukkan bahwa investasi perusahaan pada kesehatan pekerja memberikan manfaat nyata bagi kualitas hidup sekaligus mendukung produktivitas kerja. Peningkatan derajat kesehatan pekerja tercermin dalam hasil Medical Check Up (MCU) tahunan.
Sebagai puncak rangkaian kegiatan, PHKT menggelar Fun Run yang diikuti oleh para peserta Wellness Program dan pekerja dari berbagai fungsi di lingkungan Zona 10. Kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan SINERGIA dalam mengajak lebih banyak pekerja untuk aktif bergerak sekaligus menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan. Melalui Wellness Program SINERGIA 2025–2026, PHKT kembali menegaskan komitmennya dalam mengarusutamakan kesehatan pekerja sebagai bagian dari keunggulan operasional perusahaan. “Program ini tidak hanya mendorong terciptanya pekerja yang sehat, aktif, dan produktif, tetapi juga memperkuat budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi pada kinerja berkelanjutan,” pungkasnya.(*)










