TARAKAN, Headlinews.id– Pos Koordinasi (Posko) Penyelenggaraan Angkutan Udara Lebaran Tahun 2025 (1446) Hijriah di Badan Layanan Umum (BLU) Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Juwata Tarakan, dilaksanakan 21 Maret hingga 7 April 2025
Posko dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dan ditutup dalam apel yang digelar Sabtu (12/4/2025).
Ketua posko angkutan lebaran 2025, Daverius Maarang menuturkan tidak ada hambatan yang signifikan selama pelaksanaan posko. Meski ada penerbangan delay, namun masih bisa diatasi dengan baik.
Ia menjelaskan, berdasarkan data posko, puncak arus mudik tertinggi yaitu keberangkatan terjadi pada tanggal 29 Maret 2025 (H-2) dengan jumlah penumpang 1.539. Kemudian penumpang mudik tertinggi keberangkatan terjadi pada tanggal 28 Maret 2025 (H-3) dengan jumlah penumpang 1.211.
“Puncak arus balik lebaran terjadi pada tanggal 7 April 2025 atau H+6 dengan jumlah penumpang datang 1.324 dan penumpang berangkat 1.345,” jelasnya.
Secara total, jika dilihat untuk kedatangan dibandingkan arus mudik tahun 2024 ada penurunan sekitar – 9,2 persen, untuk arus baliknya justru ada peningkatan sekitar 25,14 persen.
Selanjutnya, jumlah tertinggi pesawat datang dan berangkat terjadi pada tanggal 24 Maret 2025 (H-7) dengan jumlah pesawat datang 24 dan 20 pesawat berangkat.
“Data tertinggi kargo berangkat pada 27 Maret (H-4) sebanyak 14.556, dan kargo datang tertinggi pada tanggal 21 Maret sebanyak 31.122,” sambungnya.
Berdasarkan data rekap selama lokasi dibuka, total penumpang datang melalui bandara Juwata Tarakan sebanyak 20.536 orang penumpang, dan penumpang berangkat total sebanyak 25.321. Sementara kargo datang sebanyak 392.746 ton dan kargo berangkat 183.058 ton.
Jika dibandingkan dengan posko lebaran 2024 jumlah penumpang berangkat tidak ada peningkatan atau -0,14 persen, sedangkan keberangkatan juga mengalami penurunan 11,12 persen.
Ketua Posko juga mengungkapkan selama posko dibuka tidak ada kendala atau kejadian yang signifikan semua berjalan lancar dan kondusif.
“Laporan di posko paling sering terkait delay penerbangan, sebetulnya masalah delay maupun masalah teknis pesawat tidak hanya di posko, hampir tiap kali terjadi tidak hanya disini saja,” ungkapnya.
Pelaksanaan posko angkutan lebaran 2025 akan tetap dilakukan evaluasi, dan selama posko dibuka data yang masuk secara keseluruhan di laporkan ke Dirjen Perhubungan.
“Tapi, untuk pelayanan hampir tidak ada kendala. Seperti yang kami bilang, berkat kerja sama dengan TNI Polri,” tandasnya. (*/rs)










