TANA TIDUNG, Headlinews.id – Pengalaman tampil di hadapan orang banyak menjadi salah satu cara anak usia dini membangun keberanian dan kepercayaan diri. Kesempatan mengekspresikan kemampuan melalui kegiatan kreatif juga memberikan pengalaman baru dalam proses tumbuh kembang mereka.
Hal ini kembali dikembangkan Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, S.E., M.Pd melalui penyelenggaraan Tana Tidung Kids Got Talent 2026. Ajang yang digagas sejak 2022 tersebut melibatkan anak-anak dari berbagai kecamatan. Penjaringan peserta turut melibatkan Bunda PAUD kecamatan dan desa.
Vamelia mengatakan, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperlihatkan kemampuan yang mereka miliki. Ia melihat keberanian tampil sebagai salah satu perkembangan positif yang bisa dibangun melalui kegiatan semacam ini.
“Kalau kita melihat anak-anak tampil di atas panggung, tentu ada rasa bangga. Awalnya mungkin ada yang malu atau masih ragu, tetapi ketika diberikan kesempatan, mereka mulai berani menunjukkan kemampuannya. Proses seperti ini yang ingin terus kami dorong,” ujar Vamelia.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tidak semata-mata berorientasi pada hasil perlombaan. Pengalaman anak selama mengikuti kegiatan, mulai dari persiapan hingga tampil di hadapan penonton, juga memiliki nilai dalam pembentukan karakter dan kemandirian.
“Kami tidak melihat siapa yang paling bagus atau siapa yang menjadi juara saja. Anak-anak datang dengan kemampuan masing-masing. Ada yang berani tampil, ada yang mulai belajar percaya diri. Semua proses itu patut kita hargai,” katanya.
Vamelia turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini, termasuk alokasi anggaran yang menunjang pelaksanaan program. Menurutnya, dukungan tersebut turut membantu Bunda PAUD menjalankan berbagai kegiatan hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Dukungan pemerintah daerah selama ini sangat membantu. Teman-teman Bunda PAUD di kecamatan dan desa juga ikut bekerja mempersiapkan anak-anak dari wilayah masing-masing. Kami tentu berharap kerja sama seperti ini terus berjalan,” ungkapnya.
Pada malam puncak tingkat kabupaten, seluruh peserta yang tampil mendapatkan hadiah apresiasi berupa uang pembinaan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas partisipasi dan keberanian anak-anak dalam menunjukkan kreativitas mereka.
Penyelenggaraan ajang ini juga berkaitan dengan penguatan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Pendidikan prasekolah menjadi tahapan persiapan sebelum anak memasuki sekolah dasar, termasuk dalam membangun kemandirian, kemampuan berinteraksi, dan kesiapan mengikuti pembelajaran.
“Anak-anak punya cara dan tahapan masing-masing dalam berkembang. Kami ingin mereka mendapatkan ruang untuk mencoba, berkreasi, dan menunjukkan kemampuannya. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlangsung dan semakin banyak anak yang bisa ikut tampil,” tutup Vamelia. (hr/*)







