TANA TIDUNG, Headlinews.id – Perbaikan sekitar 500 rumah dan pembangunan fasilitas sanitasi di Kabupaten Tana Tidung dilaporkan telah mencapai progres 66 persen. Pekerjaan yang tersebar di lima kecamatan itu menjadi bagian dari penanganan kebutuhan hunian dan lingkungan permukiman masyarakat.
Cakupan program tersebut meliputi rehabilitasi rumah warga dan pekerjaan sanitasi sekitar 75 unit. Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kalimantan II, Mustofa Otfan, S.T., M.M., menyampaikan capaian tersebut dalam laporan pekerjaan kepada Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, S.P.
“Di Kabupaten Tana Tidung, program yang berjalan mencakup rehabilitasi sekitar 500 rumah yang tersebar di lima kecamatan. Selain itu, ada pekerjaan sanitasi sekitar 75 unit. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 66 persen,” ujar Mustofa.
Rehabilitasi rumah diarahkan untuk memperbaiki kondisi hunian warga penerima bantuan. Adapun pekerjaan sanitasi mencakup penyediaan fasilitas dasar yang mendukung kebersihan lingkungan permukiman.
Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengapresiasi dukungan Balai P3KP Kalimantan II dalam pelaksanaan program tersebut. Bantuan pemerintah pusat dinilai membantu daerah menangani kebutuhan perumahan dan fasilitas sanitasi masyarakat.
“Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Tana Tidung. Program ini sangat berarti bagi warga yang membutuhkan perbaikan rumah dan fasilitas sanitasi untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal mereka,” kata Ibrahim.
Kualitas hunian dan ketersediaan sanitasi berkaitan dengan kondisi lingkungan tempat masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari. Perbaikan kedua aspek tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya permukiman yang lebih layak dan sehat.
Balai P3KP Kalimantan II merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia. Program rehabilitasi rumah dan sanitasi di Tana Tidung menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas hunian masyarakat.
“Kami berharap program ini memberikan manfaat nyata bagi warga penerima bantuan. Perbaikan rumah dan fasilitas sanitasi diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh lingkungan tempat tinggal yang lebih layak,” tutup Ibrahim. (*)







