TARAKAN, Headlinews.id – Kelompok masyarakat di Kalimantan Utara berpeluang mendapatkan dukungan peralatan usaha hingga fasilitas pelatihan keterampilan dari program bantuan pemerintah pusat.
Usulan dapat mencakup pengadaan mesin jahit, peralatan bengkel, perlengkapan usaha kopi, hingga pembentukan rumah kue dan rumah kemasan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.
Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati, S.H., mengatakan masyarakat yang memiliki kelompok usaha dapat mengajukan bantuan sesuai bidang kegiatan dan kebutuhan anggotanya. Peluang ini terbuka bagi kelompok perempuan maupun komunitas usaha lain yang memiliki rencana kegiatan bersama.
“Siapa pun di antara kita bisa mengajukan melalui yayasan. Misalnya, ibu-ibu membentuk kelompok 10 orang atau 20 orang, kemudian ingin membuat tempat pelatihan keterampilan membuat kue. Bisa juga membuat rumah kemasan atau rumah kue. Silakan ajukan kepada saya,” ujar Rahmawati, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, dukungan yang diperjuangkan dapat disesuaikan dengan jenis usaha dan kebutuhan kelompok. Kelompok perempuan yang ingin mengembangkan usaha kuliner, misalnya, dapat mengusulkan tempat pelatihan pembuatan kue agar anggotanya memiliki ruang untuk belajar dan mengembangkan keterampilan.
Rahmawati juga membuka peluang bantuan bagi kelompok yang bergerak di bidang lain, termasuk menjahit dan perbengkelan. Menurutnya, usulan dapat disampaikan selama kelompok memiliki kegiatan yang jelas dan fasilitas yang diajukan benar-benar dibutuhkan.
“Misalnya, ada ibu-ibu yang suka menjahit, bisa mengajukan mesin jahit sampai 20 unit. Kalau ada kelompok yang ingin membuat tempat pelatihan keterampilan, silakan sampaikan. Saya bisa memperjuangkan bantuan sesuai kebutuhan kelompok,” katanya.
Rahmawati mencontohkan, sebelumnya terdapat kelompok usaha yang mengajukan bantuan peralatan kopi dan peralatan bengkel dengan nilai sekitar Rp100 juta untuk satu kelompok. Namun, pengajuan tersebut sempat membuatnya ragu lantaran anggota kelompok dinilai belum menunjukkan kekompakan.
“Kemarin saya hampir membatalkan bantuan untuk beberapa kelompok usaha yang mengajukan alat kopi dan alat bengkel. Nilainya sekitar Rp100 juta untuk satu kelompok. Namun, karena mereka tidak kompak, saya juga jadi takut. Siapa tahu setelah bantuan diberikan, alatnya justru dijual,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kekompakan anggota menjadi salah satu pertimbangan dalam memperjuangkan bantuan. Fasilitas yang diberikan harus digunakan sesuai tujuan awal dan dikelola bersama agar tidak menimbulkan persoalan ketika terjadi perbedaan pendapat di antara anggota kelompok.
Rahmawati juga mengingatkan adanya proses verifikasi dari pihak terkait, termasuk BRI dan kementerian, terhadap bantuan yang telah disalurkan. Pengelola kelompok diminta menjaga fasilitas agar tetap tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.
“Kalau kelompoknya tidak kompak, saya juga jadi khawatir. Misalnya, ada anggota yang tidak cocok dengan anggota lain, kemudian alatnya dijual dan hasilnya dibagi. Kalau seperti itu, siapa yang bertanggung jawab? Makanya, saya memberikan bantuan kepada orang-orang yang bisa dipercaya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, bantuan yang diperjuangkannya berasal dari program pemerintah pusat, bukan dana pribadi. Perannya sebagai anggota DPR RI ialah memperjuangkan agar program tersebut dapat menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha.
“Mumpung saya sebagai anggota DPR RI, sebenarnya bukan uang saya. Itu uang pemerintah pusat, saya hanya melobi ke sana agar bantuan itu diberikan kepada ibu-ibu yang ada di sini,” ujarnya.
Rahmawati mendorong kelompok masyarakat yang memiliki minat usaha serupa untuk membangun kerja sama sebelum mengajukan bantuan. Kejelasan anggota, tujuan kegiatan, dan kesepakatan dalam pengelolaan fasilitas diharapkan membuat bantuan dapat digunakan secara berkelanjutan.
“Silakan ibu-ibu membentuk kelompok. Kalau memang ingin membuat usaha bersama, tentukan dulu apa yang mau dikerjakan dan apa kebutuhannya. Kalau sudah menerima bantuan, tolong dijaga dan digunakan sesuai peruntukannya. Saya minta ibu-ibu tetap kompak,” tutup Rahmawati. (saf)








