NUNUKAN, Headlinews.id – Produk kreatif hasil karya pelajar anggota Pramuka berpeluang dikembangkan menjadi bagian dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan. Untuk membuka peluang tersebut, pemerintah daerah didorong memfasilitasi pemeriksaan kelayakan dan sertifikasi halal agar produk buatan peserta dapat dipasarkan lebih luas.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati, S.H., menyampaikan hal itu di sela kegiatan Bulan Bakti Pramuka bertajuk Kemah Bakti Kreatif dan Inovatif Saka Widya Budaya Bakti Kwarda Kaltara di Kabupaten Nunukan. Menurutnya, hasil karya peserta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Kami memohon perhatian langsung dari Pak Bupati agar karya anak-anak ini diakomodasi dan dipromosikan. Apresiasi serta dorongan dari kepala daerah akan menjadi lecutan semangat bagi para siswa untuk terus berinovasi,” kata Rahmawati.
Ia menjelaskan, potensi tersebut terlihat dari berbagai produk yang dibuat peserta, mulai dari olahan pangan berbahan dasar rumput laut hingga kerajinan tangan. Hasil karya itu dapat dijajaki untuk masuk ke jaringan UMKM dengan dukungan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), setelah memenuhi persyaratan yang berlaku.
“Harapan kita, produk olahan makanan dari anak-anak ini bisa masuk ke jaringan UMKM dan dibantu oleh kelompok PKK setempat, tentunya setelah melewati pemeriksaan kelayakan dan uji halal,” lanjutnya.
Istri Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang ini juga melihat peluang produk tersebut dikembangkan sebagai cendera mata khas Nunukan. Pemanfaatan bahan baku lokal dinilai dapat memberi nilai tambah pada hasil kreativitas pelajar sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang berkunjung.
“Produk ini nantinya bisa menjadi pilihan utama oleh-oleh bagi tamu maupun masyarakat luas yang berkunjung ke Nunukan. Keunggulannya ada pada pemanfaatan bahan baku lokal sekitar yang mampu diolah menjadi barang bernilai ekonomi,” ujar Rahmawati.
Selain pengolahan produk, Rahmawati turut menjajaki dukungan di bidang pertanian dengan melibatkan dinas terkait. Bantuan bibit dapat dimanfaatkan untuk mendorong kegiatan berkebun di lingkungan sekolah, sekaligus mengenalkan pelajar pada proses pemanfaatan lahan dan penyediaan bahan baku.
“Dinas Pertanian juga bisa mendukung lewat bantuan bibit. Jadi anak-anak ini bukan cuma mengolah produk, tapi juga diajak memanfaatkan lahan sekolah untuk berkebun,” tambahnya.
Dukungan tersebut dapat memperluas pembelajaran kewirausahaan bagi pelajar, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan, penjagaan mutu, hingga pengenalan peluang pasar. Dengan demikian, kegiatan produktif di sekolah dapat memberikan pengalaman yang berkaitan langsung dengan pengembangan usaha.
Menanggapi hal itu, Bupati Nunukan sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Nunukan, Irwan Sabri, mengapresiasi kreativitas peserta yang menampilkan beragam hasil karya. Produk yang diperkenalkan mencakup olahan makanan hingga kerajinan dengan unsur budaya dan rumah adat setempat.
“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kreativitas para pelajar. Mereka tidak hanya membuat olahan makanan, tapi juga menampilkan unsur budaya, rumah adat, hingga souvenir khas daerah,” puji Irwan.
Irwan mengingatkan perlunya menjaga kualitas produk apabila hasil karya tersebut akan dikembangkan menjadi usaha. Konsistensi cita rasa dan kemampuan memenuhi kebutuhan produksi perlu dipersiapkan agar produk dapat dipasarkan secara berkelanjutan.
“Kreativitas yang ditampilkan sangat bagus. Namun, jika ingin dinaikkan ke level UMKM resmi dan dijadikan oleh-oleh khas daerah, para siswa harus mampu menjaga konsistensi mutu, rasa, dan pasokan produk secara berkelanjutan,” tutur Irwan.
Ia menegaskan pemerintah daerah membuka peluang untuk mendorong pengembangan karya pelajar tersebut. Kesiapan produksi dan kualitas tetap diperlukan agar produk dapat dipasarkan dengan jangkauan lebih luas.
“Kalau sudah bisa konsisten, insyaallah nanti bisa dinaikkan ke level UMKM. Produk-produk ini kelak menjadi ciri khas Kabupaten Nunukan sekaligus souvenir resmi bagi setiap tamu yang datang,” pungkasnya. (saf/*)







