TARAKAN, Headlinews.id – Pergerakan harga sejumlah komoditas pangan masih memberikan pengaruh terhadap inflasi di Kota Tarakan. Pada Oktober 2026, inflasi bulanan tercatat sebesar 0,05 persen, dengan cabai rawit dan tomat sebagai komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan indeks harga konsumen (IHK).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan Umar Riyadi, S.St., M.Si., menjelaskan, Tarakan kembali mengalami inflasi setelah kondisi serupa juga tercatat dalam dua bulan sebelumnya.
“Kalau kita lihat perkembangan Oktober, Tarakan masih mengalami inflasi sebesar 0,05 persen. Komoditas yang paling besar memberikan andil itu cabai rawit, kemudian tomat. Jadi, pergerakan harga kedua komoditas ini cukup memengaruhi inflasi bulan ini,” jelas Umar, Senin (2/11/2026).
Berdasarkan rincian komoditas, cabai rawit memberikan andil inflasi sebesar 0,2565 persen, sedangkan tomat menyumbang 0,1143 persen. Keduanya berada di urutan teratas komoditas penyumbang inflasi bulanan Tarakan.
Komoditas lainnya meliputi cabai merah sebesar 0,0226 persen, jagung manis 0,0174 persen, terong 0,0111 persen, minyak goreng 0,0106 persen, air kemasan 0,0101 persen, makanan ringan atau snack 0,0082 persen, kacang panjang 0,0063 persen, serta kol putih atau kubis sebesar 0,0059 persen.
Jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,24 persen. Kelompok Kesehatan turut memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen.
“Kalau berdasarkan kelompok pengeluaran, Makanan, Minuman, dan Tembakau memang memberikan andil paling besar, yakni 0,24 persen. Ini menunjukkan pergerakan harga komoditas dalam kelompok tersebut memberikan kontribusi terhadap inflasi Oktober,” paparnya.
Selain itu, beberapa kelompok pengeluaran justru memberikan andil deflasi sehingga menahan kenaikan harga secara keseluruhan. Kelompok Transportasi tercatat memberikan andil deflasi terbesar sebesar 0,14 persen.
Angkutan udara menjadi komoditas yang paling besar meredam inflasi dengan andil deflasi sebesar 0,1482 persen. Kemudian kangkung sebesar 0,0733 persen, emas perhiasan 0,0617 persen, sawi hijau 0,0546 persen, dan bayam sebesar 0,0484 persen.
“Namun, ada juga komoditas yang mengalami penurunan harga. Angkutan udara memberikan andil deflasi paling besar, kemudian diikuti beberapa komoditas pangan seperti kangkung, sawi hijau, dan bayam,” ungkapnya.
Komoditas lain yang turut menyumbang deflasi yakni daging ayam ras sebesar 0,0308 persen, daun seledri 0,0188 persen, sabun cair atau cuci piring 0,0144 persen, ikan kembung 0,0072 persen, serta televisi berwarna sebesar 0,0047 persen.
Sementara itu, inflasi Tarakan secara tahun kalender atau year to date hingga Oktober 2026 tercatat 1,83 persen. Adapun inflasi tahunan atau year on year mencapai 2,7 persen.
“Untuk inflasi tahun kalender sampai Oktober tercatat 1,83 persen, sedangkan secara tahunan sebesar 2,7 persen. Angka ini menggambarkan perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat selama periode tersebut,” terangnya.
Umar juga memaparkan gambaran inflasi hingga akhir tahun berdasarkan pola perkembangan pada tahun sebelumnya. Apabila inflasi pada November dan Desember 2026 mengikuti pola yang sama seperti 2025, inflasi Tarakan sepanjang tahun diperkirakan mencapai 2,7 persen.
Perbandingan dengan wilayah lain menunjukkan inflasi bulanan Tarakan sebesar 0,05 persen, lebih rendah dibandingkan Kalimantan Utara yang mencapai 0,20 persen dan nasional sebesar 0,22 persen.
Untuk inflasi tahunan, Tarakan tercatat 2,7 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Kaltara sebesar 2,68 persen. Sementara angka nasional mencapai 3,23 persen. Adapun inflasi tahun kalender masing-masing tercatat 1,83 persen untuk Tarakan, 2,02 persen untuk Kaltara, dan 2,40 persen secara nasional.
“Kalau melihat perkembangan sampai Oktober, inflasi Tarakan masih dipengaruhi pergerakan harga sejumlah komoditas, terutama bahan pangan. Sementara penurunan harga pada beberapa komoditas, termasuk angkutan udara, turut memberikan andil dalam meredam inflasi,” tutupnya. (saf)









