MALINAU, Headlinews.id – Arah pembangunan daerah di Kabupaten Malinau mulai diselaraskan kembali seiring dengan dinamika ekonomi yang turut mempengaruhi perencanaan program pemerintah daerah, sehingga diperlukan penyesuaian kebijakan agar seluruh program berjalan lebih terarah, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Rapat yang dipimpin Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H bersama Wakil Bupati Jakaria, S.E., M.Si serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), para asisten, dan camat di Ruang Pertemuan Laga Feratu, Selasa (2/6/2026) pagi, membahas langkah penyesuaian arah pembangunan serta penyamaan langkah antarperangkat daerah.
Dalam pembahasan tersebut, pemerintah daerah menilai pentingnya keterpaduan kerja antar-OPD agar setiap program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dan mengacu pada kebutuhan riil di lapangan.
“Seluruh perangkat daerah harus bergerak dalam satu arah yang sama. Kondisi ekonomi saat ini menuntut kita untuk lebih cermat dalam menentukan program yang benar-benar menjadi prioritas,” ujar Bupati.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah akan melanjutkan pembahasan secara intensif selama tiga hari bersama seluruh OPD yang dibagi berdasarkan koordinasi masing-masing asisten untuk memperdalam penyesuaian program kerja.
“Melalui pembahasan lanjutan ini, setiap perangkat daerah diharapkan mampu menyusun program yang lebih terukur, terarah, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Bupati menekankan kualitas perencanaan menjadi kunci utama dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah, terutama untuk menghindari program yang tidak berjalan optimal atau tidak sesuai kebutuhan.
“Perencanaan yang kurang matang dapat berdampak pada tidak maksimalnya pelaksanaan program. Karena itu, setiap usulan harus benar-benar berbasis data dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kabupaten Malinau yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Kalimantan Utara atas laporan keuangan daerah.
“Capaian ini menjadi bukti tata kelola keuangan daerah berjalan baik. Ke depan, hal ini harus terus dijaga dan ditingkatkan di seluruh sektor pemerintahan,” ujarnya.
Selain itu, sektor pertanian dan perkebunan turut menjadi perhatian dalam penyusunan arah pembangunan ke depan sebagai upaya memperkuat struktur ekonomi masyarakat.
“Penguatan sektor produktif seperti pertanian dan perkebunan sangat penting karena memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)










