TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalimantan Utara turut dilakukan dengan mendekati warga yang belum memiliki pekerjaan. Polda Kaltara menjalankan program Poliran (Polisi Peduli Pengangguran) dengan mengedepankan peran Bhabinkamtibmas untuk membangun komunikasi, memberikan pembinaan, serta mencegah keterlibatan masyarakat dalam aktivitas yang melanggar hukum.
Kapolda Kaltara Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari penerapan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang digagas Kapolri. Pelaksanaannya melibatkan seluruh tingkatan kepolisian, mulai dari Polda hingga Polsek, agar hubungan antara aparat dan masyarakat terjalin lebih dekat.
“Seluruh jajaran bergerak bersama, dari Polda sampai Polsek. Kami turun langsung menemui masyarakat, berinteraksi, dan melihat kondisi mereka. Dengan cara seperti ini, polisi bisa lebih dekat dengan warga sekaligus memahami persoalan yang mereka hadapi,” ujarnya.
Menurut Andi Syahriful, persoalan pengangguran berkaitan dengan kondisi sosial yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kepolisian mengambil peran dalam pendampingan dan pembinaan, sedangkan pemerintah daerah dapat mendukung melalui kebijakan serta program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pengangguran ini merupakan persoalan sosial yang perlu ditangani bersama. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten agar persoalan yang dihadapi masyarakat bisa dibicarakan dan ditangani sesuai kewenangan masing-masing,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Poliran diarahkan untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus membangun lingkungan yang kondusif. Warga yang belum bekerja menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang didekati melalui komunikasi langsung, sehingga kepolisian dapat memberikan pembinaan sesuai kondisi di lapangan.
Andi Syahriful menyebut, pembinaan tersebut juga berkaitan dengan pencegahan penyalahgunaan narkoba dan berbagai perilaku yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum. Pendekatan secara langsung diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga diri dan lingkungan sekitarnya.
“Kami melakukan pembinaan agar masyarakat tidak terlibat dalam kegiatan negatif. Salah satunya mencegah penyalahgunaan narkoba. Pendekatan ini kami lakukan supaya mereka tetap berada dalam lingkungan pergaulan yang baik dan memahami risiko dari tindakan yang melanggar hukum,” ungkapnya.
Pada tingkat desa dan kelurahan, Bhabinkamtibmas menjadi unsur yang berperan langsung dalam menjalankan pendekatan tersebut. Interaksi rutin dengan warga memberi ruang bagi personel untuk mengenali situasi lingkungan, mendengarkan persoalan masyarakat, sekaligus membangun hubungan yang lebih terbuka.
“Bhabinkamtibmas kami terus mendekati masyarakat, termasuk saudara-saudara kita yang belum mendapatkan pekerjaan. Mereka berinteraksi langsung dengan warga agar komunikasi tetap terjalin dan pembinaan bisa dilakukan sesuai keadaan di lingkungan masing-masing,” tutur Andi Syahriful.
Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah daerah dan unsur masyarakat dapat memperluas jangkauan program Poliran. Kerja sama tersebut membuka ruang untuk membahas persoalan pengangguran secara lebih menyeluruh, termasuk dukungan pembinaan dan peluang pemberdayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga.
Polda Kaltara menempatkan pendekatan sosial sebagai bagian dari upaya pemeliharaan kamtibmas. Dengan memperkuat komunikasi di lingkungan tempat tinggal, kepolisian berupaya membangun hubungan yang memungkinkan persoalan masyarakat diketahui lebih dini dan ditangani bersama pihak terkait.
“Semangat Polisi Bersama Masyarakat kami terapkan dengan hadir langsung di tengah warga. Kami membangun komunikasi, memberikan pembinaan, dan bekerja sama dengan pemerintah daerah agar masyarakat yang belum bekerja tetap mendapatkan pendampingan serta memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya,” pungkasnya. (rn)










