TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Sejak terbentuk pada 25 Oktober 2012, Provinsi Kalimantan Utara terus memperkuat pembangunan dan tata kelola pemerintahan. Memasuki usia ke-14, DPRD Kaltara mencatat sejumlah capaian nasional dalam rapat paripurna peringatan hari jadi, Sabtu (24/10/2026).
Rapat Paripurna ke-24 DPRD Kaltara Masa Persidangan I Tahun 2026–2027 dipimpin Ketua DPRD Kaltara H. Achmad Djufrie, SE., MM., didampingi Wakil Ketua DPRD Muhammad Nasir dan Muddain. Peringatan tahun ini mengusung tema “Ekonomi Tumbuh, Semua Berdaya”.
“Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat kebersamaan dan melanjutkan pembangunan daerah,” ujar Djufrie.
Kaltara resmi menjadi provinsi ke-34 berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 yang disahkan pada 25 Oktober 2012. Pemerintahan provinsi mulai berjalan pada 22 April 2013 melalui pelantikan penjabat gubernur pertama, dengan Tanjung Selor sebagai ibu kota.
Sejumlah penghargaan nasional telah diraih pemerintah provinsi. Di bidang pendidikan, Kaltara memperoleh predikat Terbaik II Regional Kalimantan untuk kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.
Kaltara juga meraih peringkat pertama Indeks Kualitas Data ASN dengan nilai 99,53, predikat istimewa dalam Indeks Reformasi Hukum, serta predikat A dalam pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum. Pada sektor pengadaan, provinsi ini mendapat penghargaan atas pemanfaatan Katalog Konstruksi tertinggi pada Semester I 2026.
Di bidang ekonomi syariah, Kaltara meraih dua kategori penghargaan dalam Anugerah Adinata Syariah 2026. Sementara itu, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan 2025 memperpanjang capaian pemerintah provinsi menjadi 12 tahun berturut-turut.
“Berbagai penghargaan dan capaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama. Capaian ini harus dipertahankan dan dijadikan motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Djufrie.
Penghargaan lainnya meliputi apresiasi atas penurunan tingkat pengangguran Regional Kalimantan, Inabuyer Award B2B2G Expo 2026, serta UHC Awards 2026 kategori Madya atas pencapaian cakupan kesehatan semesta.
Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang turut menerima sejumlah penghargaan, di antaranya The Indonesia Leadership Matrix Awards 2026, PGM Award 2026, Indonesia Public Service Excellence Award 2026, dan Indonesia Golden Award kategori Gubernur dengan Kinerja Terbaik Indonesia 2025–2026. Wakil Gubernur Ingkong Ala memperoleh Anugerah Tokoh Inspiratif Indonesia atas kontribusinya terhadap perkembangan pers nasional dan ekosistem media siber.
Djufrie menegaskan, capaian pemerintahan perlu diikuti pemerataan manfaat pembangunan, terutama bagi masyarakat di wilayah perbatasan dan daerah dengan keterbatasan akses.
“Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Tema ‘Ekonomi Tumbuh, Semua Berdaya’ menegaskan pentingnya memastikan pembangunan memberikan manfaat yang nyata dan merata,” ujarnya.
Konektivitas antarwilayah, infrastruktur, akses pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi lokal menjadi sejumlah aspek yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kaltara.
“DPRD akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara optimal. Kami ingin memastikan setiap kebijakan dan anggaran benar-benar mendukung kebutuhan masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan,” tutur Djufrie. (rn)







