TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Polresta Bulungan menyoroti akurasi data lahan dan pelaporan hasil panen jagung dalam rapat analisa dan evaluasi (anev) ketahanan pangan yang digelar untuk jajaran polsek, Selasa (24/2/2026).
Evaluasi tersebut difokuskan pada sinkronisasi data dan percepatan pelaporan menjelang target tanam 2026.
Rapat dipimpin Kabag SDM Polresta Bulungan Kompol Ma’at dan diikuti para Kapolsek di wilayah Tanjung Palas, Tanjung Palas Utara, Tanjung Palas Timur, Tanjung Palas Barat, Sekatak, Bunyu, hingga Long Peso.
Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, AIPDA Hadi Purnomo, mengatakan pembahasan utama dalam anev kali ini berkaitan dengan kelengkapan laporan hasil panen Kuartal IV 2025 yang masih belum sepenuhnya masuk.
“Masih ada data lahan Kuartal IV 2025 yang belum melaporkan hasil panen. Ini menjadi perhatian karena berpengaruh pada rekapitulasi dan laporan ke tingkat atas,” ujarnya.
Selain itu, rapat juga membahas progres penyerapan hasil panen jagung oleh Bulog bersama jajaran Polda Kaltara dan Polresta Bulungan. Serapan hasil panen dinilai menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan program di lapangan.
“Penyerapan hasil panen harus terpantau. Data yang lengkap dan sesuai kondisi lapangan menjadi dasar evaluasi berikutnya,” kata Hadi.
Untuk target tahun 2026, Polresta Bulungan mencatat luas tanam jagung yang direncanakan mencapai 238 hektare. Setiap polsek diminta memperbarui data potensi lahan dan memastikan perkembangan penanaman tercatat secara berkala.
“Target 2026 sudah ditetapkan. Jajaran diminta aktif memonitor desa binaan serta memastikan laporan penanaman dan panen diperbarui secara berkala,” tegasnya.
Evaluasi ini juga menekankan pentingnya koordinasi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan kelompok tani agar proses tanam hingga distribusi hasil berjalan sesuai perencanaan.
“Pendampingan tetap dilakukan, namun pelaporan dan validasi data menjadi kunci agar program berjalan terukur,” pungkasnya. (rn)









