TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Ekspansi industri di kawasan Tanah Kuning memicu lonjakan penduduk yang berdampak pada semakin terbatasnya ruang permukiman.
Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat seiring meningkatnya kebutuhan hunian, sementara ketersediaan lahan dinilai belum mampu mengimbangi pertumbuhan penduduk, termasuk arus masuk tenaga kerja dari luar daerah.
Anggota DPRD Bulungan, Andhika Masharafi menilai pemerintah daerah perlu segera merespons situasi tersebut melalui kebijakan penataan ruang yang terukur.
“Pertumbuhan penduduk harus diikuti dengan kesiapan kawasan permukiman. Kalau tidak, akan muncul persoalan sosial di kemudian hari,” ujarnya.
Ia mengatakan, pengembangan kawasan industri seharusnya berjalan seiring dengan penyediaan ruang hidup yang layak bagi masyarakat lokal.
“Pembangunan industri perlu memperhatikan keberadaan masyarakat. Ruang permukiman harus tetap tersedia dan terjaga,” katanya.
Menurutnya, perubahan yang terjadi di Tanah Kuning dan Mangkupadi juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat, terutama bagi warga yang sebelumnya bergantung pada pertanian dan perikanan.
“Sebagian masyarakat mengalami keterbatasan ruang untuk bertani maupun melaut. Ini kondisi yang perlu menjadi perhatian,” ujarnya.
Ia juga menyoroti belum optimalnya kebijakan yang mengatur keterlibatan masyarakat lokal di tengah perkembangan kawasan industri.
“Tidak semua masyarakat dapat terserap ke sektor industri. Perlu ada langkah yang memastikan mereka tetap memiliki peluang untuk bertahan dan berkembang,” katanya.
Selain itu, ia mendorong penguatan peran pelaku usaha lokal agar dapat berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Andhika menambahkan, pelaku usaha lokal perlu diberi ruang agar bisa ikut terlibat, sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Ia menambahkan, penataan kawasan permukiman dan penguatan ekonomi masyarakat perlu dilakukan secara bersamaan agar pertumbuhan wilayah tetap seimbang.
“Langkah konkret perlu disiapkan sejak sekarang agar perkembangan kawasan tidak menimbulkan ketimpangan di kemudian hari,” pungkasnya. (rn)









