MAKKAH, Headlinews.id – Menjelang pelaksanaan Armuzna, jemaah haji asal Kalimantan Utara mulai mempersiapkan kondisi fisik dan mental di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi serta jarak tempuh menuju lokasi lempar jumrah yang mencapai sekitar 4 kilometer.
Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan, Sayid Abdullah, mengatakan saat ini tahapan yang dijalani jemaah merupakan persiapan menuju puncak ibadah haji 2026/1447 Hijriah, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Tahapan terbaru jamaah haji saat ini, persiapan pelaksanaan Armuzna, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Jamaah sekarang sedang mempersiapkan kondisi fisik dan mental karena puncak haji membutuhkan fisik yang kuat di tengah cuaca yang sangat panas,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, pihak syarikah atau perusahaan layanan haji di Arab Saudi juga mulai mematangkan teknis pelaksanaan Armuzna bersama seluruh ketua kloter di masing-masing sektor.
Untuk musim haji tahun ini, jamaah haji Indonesia hanya ditangani oleh dua syarikah, berbeda dibanding tahun sebelumnya yang mencapai delapan syarikah.
“Jamaah Kaltara tahun ini ditangani oleh Syarikah Al Bait Guest. Jadi sekarang hanya ada dua syarikah yang menangani seluruh jamaah Indonesia,” katanya.
Selama pelaksanaan Armuzna, jemaah asal Kalimantan Utara akan menempati Markaz 80 di kawasan Arafah dan Mina. Di Arafah, satu kloter akan ditempatkan dalam satu tenda, sedangkan di Mina jemaah akan dibagi ke dalam tiga tenda.
“Untuk jamaah Kaltara nanti berada di Markaz 80. Di Arafah satu kloter satu tenda, sedangkan di Mina dibagi tiga tenda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Armuzna dijadwalkan dimulai pada 25 Mei 2026 mendatang. Sebelum diberangkatkan menuju Padang Arafah, jemaah akan mandi ihram, mengenakan pakaian ihram, dan berniat haji di hotel masing-masing.
Pemberangkatan menuju Arafah nantinya dilakukan secara bertahap bersama kloter lainnya dengan estimasi waktu antara pukul 10.30 hingga 16.00 waktu Arab Saudi.
Untuk mematangkan persiapan tersebut, pihak kloter menggelar manasik pemantapan Armuzna di Musholla Hotel 802 Moro Global, Makkah.
“Kami juga mendata kembali jamaah yang akan ikut murur, mengambil nafar awal atau nafar akhir, sekaligus pembagian gelang Armuzna dan kartu tenda kepada masing-masing jamaah,” jelasnya.
Selain itu, pihak kloter juga mengantisipasi risiko jemaah tersesat saat pelaksanaan Armuzna dengan membagikan gelang dan kartu identitas khusus dari pihak maktab.
“Ada gelang dan kartu yang diberikan pihak maktab. Jadi kalau jamaah tersesat tinggal scan barcode, nanti langsung diketahui tempat tinggal dan nomor telepon ketua kloter,” katanya.
Di tengah persiapan tersebut, cuaca panas ekstrem di Arab Saudi juga menjadi perhatian utama. Suhu udara di Makkah saat ini berkisar antara 40 hingga 45 derajat Celsius.
Bahkan, posisi tenda jamaah Kaltara di Mina disebut memiliki jarak cukup jauh menuju lokasi lempar jumrah.
“Posisi tenda jamaah Kaltara ada di tenda 106/6 dan informasi jarak menuju tempat lempar jumrah mencapai sekitar 4 kilometer,” ujarnya.
Sementara itu, jemaah asal Tarakan yang sebelumnya mengalami patah kaki di Madinah dilaporkan mulai membaik dan sudah dapat berjalan menggunakan tongkat.
Pihak kloter memastikan jemaah tersebut tetap akan mendapat pendampingan saat pelaksanaan lempar jumrah.
“Insyaallah nanti saat melempar jumrah akan dikawal. Namun kalau tidak memungkinkan, nanti akan dibadalkan atau digantikan bagi jamaah yang sakit,” pungkasnya. (saf)










