BERAU, Headlinews.id – Perbaikan jaringan transmisi listrik Maloy–Talisayan di Kabupaten Berau ditargetkan rampung pada 2 November 2026 setelah tiga menara transmisi di Desa Dumaring, Kecamatan Talisayan, roboh akibat tertimpa pohon tumbang. Selama pekerjaan berlangsung, PLN UP3 Berau menyiapkan sejumlah langkah darurat untuk menjaga pasokan listrik bagi fasilitas pelayanan publik dan wilayah terdampak.
Manager PLN UP3 Berau Erwinton Naibaho menjelaskan, gangguan terjadi pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 16.31 WITA. Pohon tumbang menimpa jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Maloy–Talisayan hingga menyebabkan kerusakan pada tiga menara transmisi.
“Gangguan terjadi pada jaringan transmisi Maloy–Talisayan setelah pohon tumbang menimpa jaringan di Desa Dumaring. Tiga menara transmisi roboh akibat kejadian tersebut, sehingga penanganan membutuhkan pembangunan menara darurat untuk memulihkan jaringan,” jelas Erwinton.
Kerusakan jaringan berdampak pada penyaluran listrik di Tanjung Redeb dan Talisayan. Di Tanjung Redeb, sekitar 15 megawatt (MW) dari total beban 45 MW terdampak. Sementara di Talisayan, sekitar 1,1 MW dari total beban 3,5 MW mengalami gangguan.
Untuk mempercepat pemulihan, PLN memobilisasi material dan perangkat menara darurat ke lokasi kerusakan. Pembangunan ditargetkan selesai dalam lima hari sejak rencana penanganan disampaikan.
“Material dan perangkat menara darurat sedang dimobilisasi menuju lokasi. Kami menargetkan pembangunan selesai pada 2 November 2026. Pekerjaan ini dipercepat agar jaringan transmisi dapat kembali berfungsi dan penyaluran listrik berangsur normal,” katanya.
Sambil menunggu perbaikan jaringan, PLN menyiapkan dukungan listrik untuk fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit, puskesmas, sekolah, dan lokasi menara pemancar sinyal. Langkah ini dilakukan untuk menjaga layanan penting tetap berjalan selama pasokan listrik belum sepenuhnya pulih.
Perhatian khusus diberikan kepada sekolah yang akan melaksanakan ujian akademik. PLN menyiapkan genset cadangan untuk SMAN 10, SMAN 15, SMAN 6, SMAN 8, SMKN 3, SMKN 5, SMKN 6, dan SMAN 3. Sementara pemasangan genset di SMAN 12 masih dalam proses.
“Sekolah yang akan melaksanakan ujian akademik masuk dalam prioritas dukungan genset. Kami menyiapkan kebutuhan tersebut di sejumlah sekolah, sementara pemasangan di SMAN 12 masih dalam proses. Kami berupaya agar kegiatan pendidikan tetap dapat berlangsung selama gangguan pasokan listrik ditangani,” ungkap Erwinton.
Selain menyiapkan genset di sekolah, PLN merencanakan pengoperasian kembali PLTU Lati untuk membantu memperkuat pasokan listrik. Tambahan genset berkapasitas 500 kilowatt (kW) juga disewa untuk mendukung kebutuhan listrik di Talisayan.
“Kami menyiapkan tambahan dukungan untuk wilayah Talisayan dengan menyewa genset berkapasitas 500 kW. Pengoperasian kembali PLTU Lati juga disiapkan untuk membantu memperkuat pasokan selama proses pemulihan berlangsung,” ujarnya.
PLN mengakui pemadaman bergilir masih berpotensi terjadi di sejumlah titik selama perbaikan jaringan transmisi belum selesai. Penyaluran listrik akan disesuaikan dengan kondisi sistem dan dukungan pasokan yang tersedia.
Erwinton menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi. Ia mengatakan, PLN mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk mempercepat pekerjaan dan mengurangi dampak pemadaman.
“Kami memahami gangguan ini memengaruhi aktivitas masyarakat. Seluruh kemampuan yang tersedia kami kerahkan untuk mempercepat pemulihan jaringan. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar pekerjaan berjalan lancar sehingga pasokan listrik di Berau segera pulih,” tutupnya. (*/sr)










