TARAKAN, Headlinews.id – Penguatan daya saing UMKM menjadi penekanan utama dalam pembukaan Road to Kashafa 2026 yang digelar di Food Court Gita Jalatama, Minggu (1/3/2026).
Kegiatan ini merupakan rangkaian awal menuju pelaksanaan Kashafa (Kaltara Sharia Festival) 2026 dengan mengusung tema “Berkah Ramadan sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat.”
Beragam kegiatan turut memeriahkan acara tersebut, mulai dari bazar UMKM, literasi ekonomi dan keuangan syariah, perlombaan, hingga aktivitas interaktif lainnya dalam rangka menyemarakkan Ramadan sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
Wali Kota Tarakan, Khairul memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terus dibangun dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan ruang promosi bagi UMKM sekaligus memperkuat literasi ekonomi syariah di masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Ramadan harus menjadi momentum peningkatan kualitas usaha, bukan hanya lonjakan transaksi sementara.
“UMKM kita harus terus berbenah, mulai dari kualitas produk, kemasan, hingga legalitas. Dengan begitu, daya saing akan meningkat dan pasar yang dijangkau semakin luas,” katanya.
Wali Kota juga mendorong pelaku UMKM untuk segera mengurus sertifikasi halal sebagai bagian dari strategi penguatan produk.
“Sertifikasi halal sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Jika ini dilakukan secara masif, kita punya peluang besar berkontribusi dalam penguatan ekonomi syariah nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, mengungkapkan Kashafa 2026 menargetkan transaksi UMKM mencapai Rp3 miliar selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Target transaksi Rp3 miliar ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan ekonomi syariah perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah daerah, otoritas keuangan, dan pelaku usaha.
“Diharapkan ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Utara semakin kuat, mulai dari literasi, digitalisasi pembayaran, hingga akses pembiayaan,” katanya.
Melalui Road to Kashafa 2026, diharapkan terbentuk ekosistem ekonomi syariah yang semakin kuat di Kalimantan Utara, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. (*)










