TARAKAN, Headlinews.id – Aparat Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan kembali menemukan lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat transaksi narkotika di wilayah Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara.
Temuan tersebut merupakan hasil pengembangan informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di kawasan permukiman setempat.
Kepala BNNK Tarakan, Evon Meternik, menjelaskan bahwa tim menerima laporan warga mengenai adanya pergerakan orang tidak dikenal yang kerap keluar masuk area di belakang kantor kelurahan.
Informasi itu kemudian diverifikasi melalui pemantauan lapangan sebelum dilakukan penindakan.
“Awalnya kami memperoleh informasi dari warga yang merasa aktivitas di lokasi itu tidak biasa. Setelah kami dalami beberapa hari, tim memastikan ada indikasi transaksi narkotika,” kata Evon saat ditemui, Minggu (12/4/2026).
Petugas selanjutnya melakukan penyisiran ke area yang berada sekitar 200 meter dari Kantor Kelurahan Juata Permai. Lokasi tersebut berada di bagian atas tebing dan tertutup vegetasi sehingga sulit terlihat dari akses jalan utama.
Menurut Evon, pelaku diduga membangun tempat transaksi secara terselubung dengan memanfaatkan pagar bambu dan penutup dari daun-daunan. Struktur sederhana itu digunakan sebagai pembatas agar aktivitas di dalamnya tidak mudah diketahui.
“Tempatnya dibuat seperti loket kecil. Pembeli datang, lalu transaksi dilakukan dari balik pagar. Dari luar hampir tidak terlihat ada kegiatan apa pun,” ujarnya.
Saat tim memasuki area tersebut, para pelaku utama sudah tidak berada di lokasi. Diduga keberadaan petugas telah lebih dulu diketahui oleh jaringan pengawas yang berada di sekitar jalur masuk.
“Kami menduga ada orang yang mengawasi dari depan. Begitu petugas bergerak, pelaku langsung meninggalkan lokasi melalui jalur belakang,” jelasnya.
Meski tidak menemukan pengedar, petugas langsung membongkar fasilitas yang diduga menjadi sarana transaksi. Pembongkaran dilakukan untuk mencegah lokasi kembali digunakan sebagai tempat peredaran narkotika.
Evon menerangkan, titik aktivitas kali ini berbeda dari lokasi sebelumnya di wilayah yang sama. Pelaku memindahkan tempat transaksi ke area yang lebih tinggi dan sulit dijangkau.
“Kalau dulu posisinya di samping jalan setelah kantor lurah, sekarang mereka bergeser lurus ke depan dan berada di atas. Di belakangnya ada jurang, jadi saat dikejar mereka mudah melarikan diri,” ungkapnya.
Dalam operasi tersebut, petugas juga menjumpai sejumlah orang yang diduga hendak membeli narkotika jenis sabu. Mereka kemudian dibawa untuk pendataan serta diberikan pembinaan awal.
“Ada lima orang yang kami mintai keterangan. Mereka mengaku datang untuk membeli, tetapi tidak kami tahan. Kami arahkan agar wajib lapor dan mengikuti proses pembinaan,” katanya.
BNNK Tarakan menempatkan pengguna narkotika sebagai pihak yang perlu mendapatkan penanganan pemulihan. Mereka diarahkan mengikuti program rehabilitasi agar tidak kembali terlibat dalam penyalahgunaan.
“Kami menawarkan rehabilitasi karena pendekatan kesehatan lebih efektif bagi pengguna. Harapannya mereka bisa pulih dan tidak kembali menggunakan,” ujar Evon.
Ia menambahkan, aktivitas di lokasi tersebut diperkirakan kembali muncul sejak akhir 2025. Sebelum Ramadan lalu, pelaku disebut mulai menata ulang area dengan memasang pagar baru untuk menghindari pengawasan petugas.
“Informasi yang kami dapat, mereka mulai membangun kembali tempat itu beberapa bulan terakhir. Karena itu kami lakukan pembongkaran sebelum aktivitasnya berkembang,” jelasnya.
BNNK Tarakan menegaskan kegiatan pengawasan di wilayah rawan akan terus dilakukan secara berkala dengan melibatkan unsur pemerintah kelurahan dan aparat keamanan.
Evon berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan agar peredaran narkotika dapat ditekan bersama.
“Kalau ada hal yang mencurigakan, segera laporkan. Informasi sekecil apa pun sangat membantu kami untuk bergerak cepat di lapangan,” pungkasnya. (saf)








