TARAKAN – Kepolisian masih berhati-hati dalam menyimpulkan penyebab kecelakaan maut di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat, yang menewaskan seorang pria berinisial S, Kamis (2/4/2026) lalu. Hingga saat ini, fokus utama penyidik adalah memastikan kronologi kejadian berdasarkan bukti di lapangan.
Kasat Lantas Polres Tarakan, IPTU Ardi Wisnu Pradana menegaskan, proses penyelidikan tidak hanya bergantung pada keterangan saksi, tetapi juga hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang menjadi dasar utama analisis.
“Kami tidak bisa hanya mengandalkan cerita saksi. Semua harus diuji dengan kondisi faktual di TKP agar kronologi yang disusun benar-benar akurat,” ujarnya.
Menurutnya, tim penyidik telah melakukan rekonstruksi awal melalui sketsa lokasi kejadian. Sketsa tersebut digunakan untuk mencocokkan posisi kendaraan, arah pergerakan, hingga kemungkinan titik benturan.
“Gambaran di TKP itu yang paling objektif. Dari situ kami cocokkan satu per satu dengan keterangan yang ada, sehingga bisa terlihat mana yang relevan dan mana yang perlu didalami lagi,” jelasnya.
Sejauh ini, tiga orang saksi telah dimintai keterangan. Namun, keterbatasan informasi menjadi kendala karena tidak ada saksi yang benar-benar melihat detik-detik kecelakaan secara langsung.
“Rata-rata saksi baru mengetahui setelah kejadian berlangsung. Jadi informasi yang kami terima masih bersifat lanjutan, bukan peristiwa utamanya,” katanya.
Pengemudi kendaraan yang terlibat juga telah diamankan dan berada dalam pengawasan Satlantas Polres Tarakan. Meski begitu, pemeriksaan terhadap yang bersangkutan belum dilakukan secara mendalam.
“Kami prioritaskan penguatan data dari saksi dan TKP terlebih dahulu. Setelah itu, baru kami dalami keterangan dari pengemudi agar tidak terjadi bias dalam penyidikan,” tegas Ardi.
Korban sendiri telah dimakamkan sehari setelah kejadian, dengan pengawalan dari pihak kepolisian untuk menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi pemakaman.
Sementara itu, komunikasi antara pihak-pihak terkait mulai terjalin. Keluarga pengemudi telah mendatangi yang bersangkutan, sedangkan pihak perusahaan menunjukkan itikad dengan melayat ke rumah duka korban.
“Ini penting untuk menjaga situasi tetap kondusif. Kami melihat ada upaya baik dari semua pihak untuk merespons kejadian ini secara positif,” ujarnya.
Polisi turut membuka kemungkinan dilakukannya mediasi antara keluarga korban dan pihak pengemudi. Namun, langkah tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Kondisi psikologis keluarga masih berduka. Kami tidak ingin terburu-buru. Mediasi akan difasilitasi ketika semua pihak sudah siap,” jelasnya.
Terkait isu pemeriksaan tes urin yang sempat beredar, Ardi menyebut belum ada koordinasi resmi. Namun, pihaknya tidak menutup peluang jika langkah tersebut diperlukan.
Pihaknya juga menegaskan penetapan penyebab kecelakaan maupun pihak yang bertanggung jawab akan dilakukan setelah seluruh rangkaian penyelidikan dinyatakan lengkap dan memenuhi unsur pembuktian.
“Kalau memang dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan dan menjawab keraguan publik, tentu akan kami dukung,” katanya. (saf)










