TARAKAN, Headlinews.id – Program kunjungan santri internasional ke Singapura, Thailand, dan Malaysia akan diikuti pelajar asal Tarakan sebagai bagian dari agenda pendidikan lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
Santri tersebut adalah Azifah Azzahra dari Pesantren Insan Mandiri Juata Permai, Tarakan Utara. Ia terpilih sebagai satu-satunya perwakilan Kalimantan Utara dalam kegiatan tersebut dan akan bergabung bersama peserta dari sejumlah pesantren besar di Indonesia.
Keikutsertaan Azifah sekaligus diikuti dengan pengangkatan dirinya sebagai anak asuh istri Gubernur Kalimantan Utara. Dukungan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap pengembangan potensi generasi muda daerah.
Pimpinan Pesantren Insan Mandiri, Chandra Wijaya, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan kebanggaan bagi pesantren dan masyarakat Tarakan.
“Ini amanah besar bagi kami. Azifah membawa nama pesantren dan Kalimantan Utara dalam forum internasional. Kesempatan ini menunjukkan bahwa santri dari daerah perbatasan mampu bersaing dan dipercaya,” ujarnya.
Menurutnya, proses hingga terpilihnya Azifah tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga, masyarakat Juata Permai, hingga tokoh masyarakat yang ikut memberikan dorongan dan informasi.
“Peran orang tua, lingkungan, serta dukungan tokoh masyarakat sangat berarti. Sinergi inilah yang membuka jalan hingga Azifah bisa berangkat,” katanya.
Ia berharap pengalaman internasional tersebut dapat memperluas wawasan serta memperkuat karakter dan kepercayaan diri Azifah sebagai generasi muda.
“Semoga perjalanan ini memberi pengalaman berharga, menambah ilmu, dan menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus berprestasi,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan yang akan diikuti mencakup pertukaran budaya, dialog pendidikan, serta penguatan literasi keislaman di tiga negara tujuan.
“Harapan kita semua, keikutsertaan Azifah tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga membawa nama baik Kalimantan Utara di kancah internasional,” tandasnya. (*/saf)








