TANA TIDUNG, Headlinews.id – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tana Tidung memasuki tahap evaluasi baru setelah pemerintah daerah mencatat adanya penurunan jumlah kasus, namun di saat yang sama persentase atau prevalensi justru mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tana Tidung di Kecamatan Muruk Rian, Senin (22/8/2026), yang turut dihadiri Wakil Bupati Tana Tidung sekaligus Ketua TPPS, Sabri, S.Pd., bersama Bappeda, Dinas Kesehatan, Camat Muruk Rian, Penyuluh KB, TP-PKK, serta kader Posyandu.
Dalam forum tersebut, pemerintah daerah menyoroti dinamika data stunting yang menunjukkan penurunan jumlah kasus secara absolut, namun tidak diikuti penurunan proporsi secara sebanding terhadap total populasi balita yang terdata.
Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, menjelaskan kondisi tersebut secara statistik terjadi akibat perubahan jumlah total populasi balita yang menjadi dasar penghitungan prevalensi.
“Secara angka kasus memang turun, tetapi persentasenya bisa terlihat naik karena basis populasi balita yang kita ukur juga mengalami perubahan. Ini yang harus kita pahami bersama dalam membaca data stunting,” ujarnya.
Ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh membuat upaya intervensi menjadi longgar, justru harus menjadi dasar penguatan strategi penanganan di lapangan.
Menurutnya, seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa harus memiliki kesamaan langkah dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting.
“Yang paling penting adalah komitmen bersama. Semua perangkat daerah, camat, kepala desa, dan seluruh unsur TPPS harus bergerak dalam satu rencana aksi yang terukur dan terkoordinasi,” kata Sabri.
Ia juga menekankan pentingnya intervensi yang tepat sasaran, baik melalui pendekatan spesifik maupun sensitif, berdasarkan data keluarga berisiko stunting yang diperbarui secara berkala.
“Intervensi harus berbasis data. Kita tidak bisa bekerja umum, tetapi harus menyasar keluarga yang benar-benar berisiko, dan itu perlu pendampingan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sabri menambahkan upaya penurunan stunting tidak hanya menjadi program sektoral, tetapi menyangkut kualitas generasi masa depan yang harus dipersiapkan sejak dini.
“Anak-anak ini adalah masa depan kita. Karena itu, semua upaya ini harus kita pastikan berjalan konsisten agar kualitas generasi Tana Tidung ke depan semakin baik,” pungkasnya. (*)










