TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Setelah penyebab kebakaran Gedung Kantor Bupati Bulungan dipastikan berasal dari korsleting listrik, Pemerintah Kabupaten Bulungan menyiapkan serangkaian langkah lanjutan, mulai dari pendataan kerusakan, penghitungan nilai kerugian, hingga evaluasi sistem pengamanan gedung pemerintahan.
Langkah tersebut diambil setelah hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian menyimpulkan kebakaran dipicu gangguan pada instalasi kelistrikan. Dari hasil investigasi juga dipastikan tidak ditemukan unsur pidana maupun tindakan sabotase dalam peristiwa tersebut.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan hasil penyelidikan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memulai proses pemulihan. Menurutnya, selama proses penyelidikan berlangsung pemerintah sengaja menunda penghitungan kerugian agar seluruh tahapan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.
“Selama proses penyelidikan kami menghormati langkah yang dilakukan kepolisian sehingga belum melakukan penghitungan kerugian secara resmi. Setelah hasil investigasi disampaikan, kami segera melakukan inventarisasi kerusakan dan menghitung nilai kerugian sebagai dasar untuk langkah pemulihan berikutnya,” ujarnya.
Selain pendataan kerusakan, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan bangunan, terutama kondisi instalasi listrik di seluruh aset milik pemerintah daerah.
Syarwani menilai hasil investigasi tersebut harus menjadi pembelajaran bagi seluruh organisasi perangkat daerah agar lebih memperhatikan kondisi jaringan listrik maupun sarana keselamatan di setiap gedung pemerintah.
“Ini menjadi pelajaran penting bagi kami. Instalasi listrik harus diperiksa secara berkala dan sistem pengamanan gedung juga perlu dievaluasi agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini. Kami tentu tidak ingin kejadian serupa kembali terulang,” katanya.
Ia menambahkan, evaluasi nantinya tidak hanya menyasar jaringan kelistrikan, tetapi juga mencakup perangkat pendukung keselamatan, termasuk kesiapan sistem penanggulangan kebakaran pada setiap gedung pemerintahan.
Syarwani menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya Polda Kalimantan Utara dan Polresta Bulungan, yang dinilai telah bekerja secara profesional dalam mengungkap penyebab kebakaran.
Menurutnya, hasil penyelidikan tersebut memberikan kepastian kepada pemerintah maupun masyarakat atas berbagai spekulasi yang berkembang sejak peristiwa kebakaran terjadi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Polda Kalimantan Utara dan Polresta Bulungan yang telah bekerja secara profesional sehingga penyebab kebakaran dapat diketahui secara jelas. Dengan hasil ini, masyarakat juga memperoleh kepastian bahwa peristiwa tersebut murni disebabkan faktor teknis kelistrikan dan tidak ditemukan unsur sabotase maupun tindak pidana,” tuturnya.
Syarwani berharap hasil investigasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat upaya mitigasi bencana di lingkungan pemerintahan.
Ia juga mengajak seluruh aparatur dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memastikan instalasi listrik tetap dalam kondisi aman serta segera melaporkan apabila menemukan potensi yang dapat memicu kebakaran.
“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat dan aparatur pemerintah untuk lebih peduli terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing. Pencegahan harus menjadi prioritas agar musibah serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya. (rn)









