TESALONIKA R.M. PANGGABEAN bersama tim Tasak Telu meraih juara I QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 tingkat Sumatera Utara dan juara III tingkat Sumatera. Prestasi tersebut diraih lewat misi lapangan yang memadukan jelajah kuliner, promosi pembayaran digital, dan edukasi QRIS. Dalam kompetisi yang berlangsung di Sumatera Utara dan Sumatera Barat itu, Tesalonika bertanggung jawab menyusun naskah serta mengembangkan ide video dengan pendekatan storytelling dan tren media sosial agar setiap misi dapat dikemas menjadi konten menarik.
Khairiyah – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara
Dalam proses pembuatan konten, Tesalonika dan tim tidak sekadar merekam perjalanan saat menjelajahi destinasi kuliner. Rekaman lokasi, makanan, dan aktivitas selama kegiatan diolah menjadi video yang memuat informasi sekaligus mengikuti gaya konten populer di media sosial.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah storytelling. Tim menyusun alur cerita agar penonton dapat mengikuti pengalaman jelajah kuliner sekaligus memahami informasi yang disampaikan. Tesalonika juga memanfaatkan audio yang sedang tren dan mengikuti tren video, termasuk tren “Ayo, Ayo, Ayo”, untuk menghasilkan konten yang sesuai dengan karakter media sosial.
Selain video jelajah kuliner, Tesalonika dan tim membuat konten promosi yang menghubungkan penggunaan QRIS dengan penawaran diskon. Edukasi mengenai pembayaran digital turut disisipkan dalam video sehingga informasi tentang QRIS tersampaikan dengan cara yang menghibur dan informatif.
Dalam proses produksi, Tesalonika bertanggung jawab menyusun naskah dan mengembangkan ide video. Ia bersama anggota tim membagi tugas berdasarkan kemampuan dan kepercayaan diri masing-masing. Pembagian peran ini membantu mereka mengatur proses produksi dan menyelesaikan setiap tugas sesuai kebutuhan misi.
Brainstorming juga menjadi bagian penting dalam pengembangan ide. Melalui diskusi, setiap anggota dapat menyampaikan gagasan, mempertimbangkan berbagai pilihan konsep, dan menentukan pendekatan yang paling sesuai dengan misi yang harus diselesaikan.
Tesalonika turut menekankan pentingnya menjaga ketenangan selama berdiskusi dan menerima pendapat anggota lain. Sikap tersebut membantu tim mempertimbangkan berbagai gagasan sebelum menentukan konsep konten yang akan diproduksi.
Keterbatasan waktu pengerjaan menjadi tantangan tersendiri bagi peserta QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026. Tesalonika menyebut timnya beberapa kali berhasil menyelesaikan misi dalam waktu relatif singkat. Diskusi untuk mengembangkan ide dan pembagian tugas membantu mereka mengatur pekerjaan sesuai batas waktu yang tersedia.
Keberhasilan tim Tasak Telu meraih juara I tingkat Sumatera Utara dan juara III tingkat Sumatera merupakan hasil partisipasi mereka dalam kompetisi tersebut. Pengalaman ini turut memperlihatkan peran pengembangan ide, pembagian tugas, dan pemanfaatan tren media sosial dalam proses pembuatan konten selama misi lapangan.
Lewat pendekatan tersebut, Tesalonika dan tim memadukan dokumentasi perjalanan, tren media sosial, serta edukasi QRIS dalam satu rangkaian konten. Tren digunakan untuk menarik minat audiens sekaligus membantu menyampaikan informasi mengenai pembayaran digital. (*)







