TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Ratusan pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian dalam aksi demo peringatan Hari Buruh atau May Day di depan kantor Gubernur Kaltara di Jalan Kolonel Soetadji, Rabu (30/4/2025).
Aksi yang awalnya berjalan damai setelah para buruh melakukan orasi ini akhirnya menjadi ricuh. Ratusan pengunjuk rasa ini tersulut emosi, setelah pertemuan empat orang perwakilan buruh dengan Gubernur Kaltara tidak menemukan titik temu.
Puncaknya, keempat buruh yang harusnya menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur ini langsung berteriak sambil keluar kantor Gubernur. Intinya, perwakilan menolak hasil diskusi yang dilakukan bersama orang nomor satu di Kaltara tersebut.
Kericuhan pun akhirnya tidak bisa dihindari dan bahkan massa semakin bertambah. Aksi saling dorong antara petugas keamanan dengan para pengunjuk rasa mengakibatkan tim anti huru-hara dari Brimob Kaltara diturunkan untuk meredam situasi.
Kedatangan Brimob dengan pakaian lengkap, justru membuat massa semakin beringar dan saling lempar tak dapat terhindarkan. Ditambah lagi, para demonstran melawan upaya petugas untuk meredam aksi dengan melemparkan batu, hingga melakukan pembakaran.
Aksi massa yang semakin tidak terkendali, akhirnya memaksa petugas untuk menurunkan mobil water canon dan langsung menyemprotkan ke kerumunan massa.
Akibatnya, massa semakin terdesak dan banyak pengunjuk rasa yang terpental hingga terjatuh akibat dorongan air yang disemprotkan dari water canon. Hingga akhirnya tidak membutuhkan waktu lama, peserta aksi berhasil dibubarkan.
Rangkaian kegiatan ini merupakan skenario simulasi yang dilakukan oleh Polda Kaltara jelang peringatan May Day, 1 Mei 2025 besok. Simulasi yang dilakukan untuk memastikan kesiapan anggota kepolisian saat menghadapi para buruh yang akan menyampaikan aspirasinya.
“Simulasi ini merupakan bagian untuk mengetahui kesiapan kepolisian bersama stakeholder terkait dalam pengamanan peringatan May Day nanti,” ujar Kapolda Kaltara Irjen Hary Sudwijanto melalui Karo Operasi, Kombes Yohanes Jalung Siram.
Ia katakan, tujuan dari kegiatan juga sebenarnya bukan hanya mengamankan aksi May Day, tetapi sekaligus untuk mengamankan aksi lainnya dari masyarakat apapun bentuknya.
“Tapi karena berdekatan dengan peringatan May Day, makanya simulasi yang kita lakukan ini berkaitan dengan pelayanan dalam peringatan itu,” imbuhnya.
Pada peringatan May Day tahun ini, Polda Kaltara menurunkan 387 personel. Namun, informasi yang diterimanya May Day di Kaltara akan diperingati dengan sejumlah kegiatan bakti sosial dan melibatkan masyarkat.
“Kalau secara umum kegiatan May Day di Kaltara diisi dengan berbagai kegiatan sosial nantinya. Diantaranya, ada penyaluran bantuan kepada buruh yang sudah tidak bekerja dan beberapa kegiatan lain yang lebih mengarah ke sosial,” tandasnya. (rn)









