MASA remaja adalah masa yang penuh energi dan rasa ingin tahu. Namun, tidak sedikit waktu yang terbuang untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, seperti bergosip, berkata sia-sia, atau bermain game secara berlebihan hingga melalaikan kewajiban.
Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk mengubah kebiasaan tersebut menjadi kegiatan yang lebih bernilai.
Bulan suci ini mengajarkan pentingnya mengisi waktu dengan hal-hal positif. Remaja diajak untuk lebih selektif dalam memilih aktivitas, memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, serta melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat.
Dengan demikian, waktu yang dimiliki tidak terbuang sia-sia.
Allah SWT berfirman:
وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
Walladziina hum ‘anil-laghwi mu‘ridhun.
Artinya: “Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.” (QS. Al-Mu’minun: 3)
Ayat tersebut menegaskan salah satu ciri orang beriman adalah mampu menjauhi hal-hal yang tidak membawa manfaat.
Dalam kehidupan sehari-hari, hal itu dapat diwujudkan dengan menghindari percakapan yang tidak penting, tidak menyebarkan kabar yang belum tentu benar, serta mengurangi kebiasaan yang membuat lalai.
Ramadhan memberikan kesempatan untuk melatih pengendalian diri, termasuk dalam mengatur waktu. Remaja dapat mulai menyusun jadwal harian yang lebih produktif, menyeimbangkan antara belajar, beribadah, dan beristirahat.
Dengan kebiasaan yang baik selama Ramadhan, diharapkan perubahan tersebut dapat terus berlanjut setelah bulan suci berakhir.
Mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membentuk karakter yang disiplin dan bertanggung jawab. Dari sinilah tumbuh pribadi yang lebih matang dan lebih siap menghadapi masa depan.










