TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Persaingan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara mulai terasa di sejumlah cabang olahraga, termasuk gateball.
Kabupaten Bulungan menjadi daerah pertama yang menggelar turnamen pra-Porprov, sebagai ajang mengukur kesiapan atlet sekaligus membaca kekuatan calon pesaing menjelang pesta olahraga tingkat provinsi yang akan berlangsung di Malinau, September mendatang.
Turnamen Gateball Pra Porprov 2026 yang dibuka Jumat (12/6/2026) itu diikuti 22 klub dengan lebih dari 70 atlet dari berbagai daerah di Kalimantan Utara serta peserta dari Kalimantan Timur.
Selama tiga hari, para atlet akan bersaing pada nomor Triple Campuran dan Beregu Campuran untuk memperebutkan posisi terbaik sekaligus menunjukkan kesiapan menghadapi kompetisi resmi.
Bagi tuan rumah Bulungan, kejuaraan ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda pertandingan. Event tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan atlet hasil pembinaan daerah sebelum diturunkan pada Porprov nanti.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan kejuaraan ini menjadi bagian dari tahapan penting yang dibutuhkan daerah dalam menyusun kekuatan tim secara lebih matang.
Menurutnya, hasil yang diperoleh dari turnamen akan menjadi bahan evaluasi sebelum menentukan komposisi atlet yang akan diturunkan pada ajang provinsi.
“Masih ada waktu sebelum Porprov digelar. Momentum seperti ini penting untuk melihat kemampuan atlet secara langsung, termasuk mengevaluasi apa saja yang masih perlu dibenahi,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia menilai kompetisi menjadi cara paling efektif untuk mengukur perkembangan atlet dibanding hanya melalui latihan rutin. Dari pertandingan, kemampuan teknik maupun mental bertanding atlet dapat terlihat lebih jelas.
“Ketika masuk arena pertandingan, kemampuan atlet akan terlihat secara utuh. Dari situ pelatih dan pengurus bisa mengetahui aspek mana yang harus diperkuat sebelum menghadapi Porprov,” katanya.
Selain berbicara soal prestasi, Syarwani berharap perkembangan gateball di Bulungan mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk mengenal dan menekuni cabang olahraga tersebut.
Menurutnya, semakin banyak komunitas yang terlibat, semakin besar pula peluang daerah melahirkan atlet-atlet potensial di masa mendatang.
“Olahraga akan berkembang kalau partisipasi masyarakat juga meningkat. Kita ingin gateball semakin dikenal dan semakin banyak diminati,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Bulungan, Heru Rachmady, melihat perkembangan gateball di daerah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah klub serta semakin seringnya kegiatan kompetisi yang digelar.
Menurut Heru, gateball memiliki daya tarik tersendiri karena mampu memadukan unsur prestasi dan kebersamaan dalam satu arena pertandingan.
“Di satu sisi atlet tetap mengejar prestasi, tetapi di sisi lain suasana kekeluargaan antarpemain juga sangat terasa. Itu yang membuat gateball memiliki karakter berbeda dibanding beberapa cabang olahraga lainnya,” katanya.
Ia juga menyoroti perkembangan fasilitas gateball di Bulungan yang dinilai menjadi salah satu faktor pendukung kemajuan cabang olahraga tersebut.
Lapangan yang digunakan saat ini, lanjutnya, merupakan hasil pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak digunakan secara optimal.
“Awalnya area ini bukan lapangan olahraga. Namun melalui inisiatif dan semangat teman-teman gateball, tempat ini bisa berkembang menjadi arena yang representatif untuk latihan maupun pertandingan,” ujarnya.
Heru berharap keberadaan sarana tersebut dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan sehingga gateball Bulungan mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.
“Yang terpenting sekarang bagaimana pembinaan terus berjalan. Fasilitas sudah ada, kompetisi juga mulai rutin digelar, sehingga peluang untuk meningkatkan prestasi semakin terbuka,” pungkasnya. (rn)








