BALIKPAPAN, Headlinews.id – Seorang peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, dilaporkan meninggal dunia saat menjalani pendidikan di lingkungan tersebut.
Peserta diketahui bernama Annisa Muyassaroh, asal Jawa Timur, yang mengikuti pendidikan titipan di satuan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman.
Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan duka cita atas meninggalnya peserta didik tersebut.
“Kami dari keluarga besar Kodam VI/Mulawarman menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhumah. Semoga diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Kapendam VI/Mulawarman dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, selama proses pendidikan berlangsung, peserta berada dalam pengawasan dan pendampingan melekat dari pelatih, unsur pendukung, serta tenaga kesehatan yang siaga di lokasi kegiatan.
“Seluruh peserta didik dalam kegiatan ini berada dalam pendampingan melekat, baik dari pelatih maupun unsur kesehatan yang selalu siaga di setiap kegiatan,” katanya.
Kodam juga menegaskan kegiatan pendidikan yang dijalani peserta lebih banyak berfokus pada pembelajaran di kelas dan tidak melibatkan aktivitas fisik berat.
“Yang perlu digarisbawahi, kegiatan yang dilaksanakan ini tidak melibatkan latihan fisik, melainkan lebih dominan proses belajar mengajar di kelas,” ujar Kapendam.
Kapendam mengungkapkan, awalnya peserta mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti kegiatan pendidikan di lingkungan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman.
Petugas kemudian segera melakukan penanganan awal di lokasi kejadian sebelum membawa yang bersangkutan ke fasilitas kesehatan di satuan tersebut.
Karena kondisi tidak menunjukkan perbaikan, peserta kemudian dirujuk ke Rumah Sakit dr. Harjanto Kodam VI/Mulawarman untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Penanganan awal sudah dilakukan di lapangan, kemudian dibawa ke klinik kesehatan di Dodikjur. Karena perkembangan tidak membaik, yang bersangkutan segera dirujuk ke RS dr. Harjanto Kodam VI/Mulawarman,” jelasnya.
Namun upaya medis yang dilakukan tidak berhasil menyelamatkan nyawa peserta didik tersebut.
Kodam VI/Mulawarman menyatakan saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara menyeluruh rangkaian kejadian yang menyebabkan meninggalnya peserta SPPI tersebut.
“Untuk saat ini masih dalam proses pendalaman terkait kejadian ini. Nanti perkembangan akan kami sampaikan lebih lanjut,” kata Kapendam.
Selain penanganan medis dan proses administrasi, pihak Kodam juga memastikan telah melakukan pendampingan pemulangan jenazah hingga ke rumah duka sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian belum diumumkan secara resmi dan masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari pihak terkait. (saf)







