BALIKPAPAN, Headlinews.id – Ratusan generasi muda Kalimantan Timur mengikuti kegiatan Komunikasi Sosial Kreatif di Aula Makodam VI/Mulawarman, Rabu (8/4/2026), yang menghadirkan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Dalam kegiatan tersebut, Raffi Ahmad menyampaikan pandangannya terkait tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.
Ia menilai kondisi saat ini menuntut kesiapan mental yang kuat agar generasi muda mampu bersaing dan tidak mudah terpengaruh tekanan dari lingkungan digital.
“Kesempatan terbuka sangat luas, tapi tekanan juga semakin besar. Generasi muda harus siap secara mental agar bisa bertahan dan terus berkembang,” ujarnya di hadapan peserta.
Raffi juga menekankan pentingnya proses dalam meraih keberhasilan. Ia mengingatkan capaian tidak datang secara instan, melainkan melalui tahapan panjang yang membutuhkan konsistensi dan ketekunan.
“Semua ada prosesnya. Tidak ada hasil besar tanpa usaha yang berkelanjutan. Itu yang harus dipahami sejak awal,” katanya.
Selain itu, ia mengajak generasi muda untuk membangun kebiasaan bekerja sama dalam berbagai bidang. Menurutnya, kemampuan berkolaborasi menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
“Keberhasilan tidak bisa dicapai sendiri. Kolaborasi akan membuat hasil lebih kuat karena ada banyak peran yang saling melengkapi,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pelajar dan pemuda berprestasi menerima penghargaan atas capaian di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya Agung Widiyanto dari Universitas Mulia sebagai Best Delegate International Youth Excursion di Malaysia, Kimberly Wijaya dari SMP KPS sebagai peraih Gold Medalist Wallaby Level Internasional, serta Igor Partogi Sitorus dari SMP KPS yang meraih Juara 1 Vokal Pop di Thailand.
Penghargaan juga diberikan kepada Mutia Awaliyah dan Maulita Salsabila dari SMAN 3 Tenggarong yang meraih Juara 2 Karya Ilmiah Kimia tingkat nasional, serta Muhammad Hafiy Al-Aswa dari SMAN 2 Tenggarong sebagai Duta Siswa Nasional 2025.
Raffi Ahmad turut mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kreativitas dan nilai kebangsaan. Ia menilai perkembangan yang cepat perlu diiringi dengan kesadaran menjaga identitas budaya.
“Anak muda harus kreatif, tapi tetap punya pegangan terhadap nilai budaya dan jati diri,” tuturnya.
Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono menyampaikan kegiatan ini menjadi wadah interaksi antara generasi muda dengan institusi, sehingga nilai kedisiplinan dapat berjalan seiring dengan pengembangan kreativitas.
“Generasi muda perlu memiliki ide dan kreativitas, sekaligus disiplin dan tanggung jawab dalam setiap langkah,” ujarnya.
Ia menambahkan pembinaan generasi muda perlu melibatkan berbagai pihak agar berjalan lebih menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan saat ini.
“Perlu kerja sama dari berbagai unsur, baik pemerintah, institusi, maupun komunitas, agar pembinaan ini bisa dirasakan secara luas,” katanya.
Kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon serta peninjauan stan UMKM yang menampilkan produk lokal. Selain itu, berbagai penampilan seni daerah turut ditampilkan sebagai bagian dari pengenalan budaya kepada generasi muda.
Pangdam VI/Mulawarman menegaskan pentingnya menjaga nilai budaya di tengah perkembangan zaman.
“Generasi muda harus mampu beradaptasi, tetapi tetap menjaga nilai yang menjadi jati diri bangsa,” pungkasnya. (*/if)










