TARAKAN, Headlinews.id – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di Kota Tarakan menjadi bahan evaluasi, terutama terkait kesesuaian antara tingkat kesulitan soal dan waktu pengerjaan.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., meninjau langsung pelaksanaan ujian di SMP Negeri 7 Tarakan, Senin (13/4/2026), untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan.
Dalam peninjauan tersebut, pelaksanaan ujian berbasis komputer terpantau berlangsung lancar. Seluruh peserta mengikuti ujian dengan tertib di bawah pengawasan panitia sekolah.
Fasilitas pendukung seperti perangkat komputer dan jaringan internet juga berfungsi normal tanpa kendala teknis selama ujian berlangsung.
Namun, dari hasil pemantauan dan interaksi dengan peserta, ditemukan sebagian siswa mengalami kendala dalam mengatur waktu pengerjaan soal, terutama pada soal yang membutuhkan pemahaman dan analisis.
“Kalau kita lihat dari sisi kemampuan, sebenarnya siswa bisa mengerjakan. Tapi memang mereka menyampaikan bahwa waktu yang tersedia itu terasa kurang, terutama untuk soal yang butuh pemahaman lebih dalam,” ujar Khairul.
Ia menjelaskan, pola soal yang digunakan dalam TKA saat ini sudah mengarah pada kemampuan analisis, sehingga membutuhkan waktu lebih untuk membaca dan memahami setiap pertanyaan.
“Jadi bukan berarti soalnya tidak bisa dikerjakan, tapi mereka butuh waktu untuk membaca, memahami, lalu memastikan jawabannya. Nah, di situ yang jadi tantangan,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam evaluasi pelaksanaan ujian ke depan, agar pengukuran kemampuan siswa dapat dilakukan secara lebih optimal.
“Ini tentu akan kita evaluasi. Apakah nanti durasinya yang perlu disesuaikan, atau justru kesiapan siswa yang harus ditingkatkan melalui latihan-latihan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembiasaan melalui try out atau latihan soal sangat penting agar siswa lebih terbiasa dengan pola soal berbasis analisis.
“Kalau siswa sudah sering latihan dengan model soal seperti ini, mereka akan lebih cepat memahami maksud soal dan tidak terlalu banyak kehilangan waktu saat ujian,” ujarnya.
Khairul memastikan dari aspek sarana dan prasarana, pelaksanaan ujian sudah berjalan sesuai harapan.
“Secara teknis tidak ada masalah. Komputer berjalan baik, jaringan juga stabil, jadi pelaksanaan ujian tidak terganggu,” katanya.
Pelaksanaan TKA ini menjadi salah satu instrumen dalam mengukur capaian akademik siswa di tingkat SMP di Kota Tarakan.
Hasil ujian nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Selain itu, data hasil TKA juga diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.
“Hasilnya nanti kita lihat secara menyeluruh. Dari situ kita bisa tentukan langkah perbaikan, baik dari sisi siswa, metode pembelajaran, maupun sistem ujiannya,” tutupnya. (*)










