TARAKAN, Headlinews.id– Operasi pemindahan warga binaan dilakukan Lapas Kelas IIA Tarakan pada dini hari dengan pengamanan ketat, sebagai langkah antisipasi atas tingginya tingkat hunian di dalam lembaga pemasyarakatan.
Pemindahan dilaksanakan pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 01.00 WITA. Sebanyak 27 warga binaan diberangkatkan ke tiga lembaga pemasyarakatan tujuan, yakni Lapas Kelas IIA Balikpapan, Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, dan Lapas Kelas IIB Nunukan.
Langkah tersebut diambil untuk menciptakan situasi lapas yang lebih terkendali, baik dari sisi keamanan, pelayanan, maupun pembinaan. Dengan jumlah penghuni yang melampaui daya tampung, potensi gangguan ketertiban dinilai meningkat apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan hunian yang proporsional.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Tarakan, Fitroh Qomarudin mengatakan redistribusi warga binaan merupakan bagian dari strategi pengamanan jangka panjang yang terus dievaluasi.
“Pemindahan ini bertujuan menjaga situasi lapas tetap kondusif. Ketika jumlah penghuni terlalu padat, risiko gangguan keamanan dan keterbatasan layanan akan semakin besar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat ini Lapas Tarakan dihuni sekitar 1.290 warga binaan, sementara kapasitas ideal hanya sekitar 400 orang. Kondisi tersebut berdampak langsung pada keterbatasan ruang gerak, layanan, serta intensitas pengawasan petugas.
“Dengan mengurangi kepadatan, pengawasan bisa lebih efektif dan pelayanan kepada warga binaan juga bisa berjalan lebih tertib,” kata Fitroh.
Seluruh warga binaan yang dipindahkan telah berstatus berkekuatan hukum tetap dan melalui proses penilaian dari Balai Pemasyarakatan. Asesmen dilakukan untuk memastikan tingkat risiko serta kesiapan warga binaan sebelum dipindahkan ke lapas tujuan.
“Setiap warga binaan yang dipindahkan sudah melalui tahapan administrasi dan penilaian risiko. Jadi ini bukan keputusan mendadak, tapi hasil perencanaan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan pemindahan, Lapas Tarakan berkoordinasi dengan Polres Tarakan dan Polairud untuk memastikan pengawalan berjalan aman. Pengamanan dilakukan baik melalui jalur darat maupun laut sesuai dengan lokasi lapas tujuan.
Fitroh menambahkan, redistribusi warga binaan akan terus diupayakan secara berkala, menyesuaikan dengan kondisi lapas serta dukungan anggaran dari pusat.
“Kami berharap ke depan penataan hunian bisa lebih ideal sehingga lapas tetap aman, tertib, dan berfungsi sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (saf)










