TARAKAN, Headlinews.id– Sebuah video yang memperlihatkan murid SD mengaku hampir menjadi korban penculikan sempat viral di media sosial pada Senin (10/11/2025).
Setelah dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian memastikan kejadian yang terekam dalam video itu tidak benar, sekaligus menenangkan keresahan warga Tarakan.
Kepolisian Sektor Tarakan Barat, IPDA Niger Andian Bunga, membenarkan lokasi video berada di salah satu ruang kelas SD di kota ini.
Ia mengungkapkan, setelah menerima laporan dari masyarakat, polisi segera mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi.
“Hasil pengecekan kami menunjukkan tidak ada percobaan penculikan. Kepala sekolah dan guru yang bersangkutan sudah kami mintai keterangan lengkap,” ujar IPDA Niger.
Video tersebut direkam dan diunggah oleh seorang guru berinisial HS ke akun Facebook pribadinya tanpa melakukan verifikasi fakta terlebih dahulu. Akibat unggahan ini, banyak orang tua murid menjadi panik.
“Guru ini bermaksud mengingatkan kewaspadaan, tapi karena tidak mengecek kebenarannya, justru menimbulkan keresahan masyarakat,” lanjut IPDA Niger.
HS sendiri, kata Niger mengakui telah membuat dan membagikan video tersebut. Ia menyebut tujuannya adalah mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, namun tidak menyangka video tersebut menjadi viral dan menimbulkan kepanikan.
Polisi menekankan pentingnya masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga diminta mengonfirmasi langsung ke pihak sekolah atau aparat terkait sebelum membagikan informasi serupa di media sosial.
“Kalau ada video atau berita seperti ini, sebaiknya cek dulu ke pihak sekolah atau aparat. Jangan langsung disebar karena bisa menimbulkan kepanikan yang tidak perlu,” pungkas IPDA Niger.
Niger menambahkan Kepala sekolah SD tempat HS mengajar menyampaikan telah memberikan arahan agar guru yang bersangkutan membuat klarifikasi dan permintaan maaf terbuka. Sekolah juga menyusun surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Sekolah sudah menindaklanjuti dengan rapat internal dan pembinaan guru. Kami juga memastikan masyarakat paham bahwa kabar penculikan tersebut tidak benar,” tandasnya. (saf)










