TARAKAN, Headlinews.id– Sektor Halal Value Chain (HVC) nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Pada 2025, sektor ini tercatat tumbuh 6,21 persen secara year-on-year dan berkontribusi lebih dari 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik mengatakan, capaian tersebut memperlihatkan posisi strategis ekonomi syariah dalam menopang perekonomian nasional.
“Halal Value Chain tumbuh 6,21 persen dan kontribusinya sudah lebih dari 27 persen terhadap PDB. Ini menunjukkan ekonomi syariah bukan sektor pinggiran, melainkan salah satu pilar penting ekonomi nasional,” ujarnya di Tarakan, Minggu (1/3/2026).
Ia juga menambahkan, Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga dunia dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE), memperlihatkan daya saing yang semakin kuat di kancah global.
“Dengan posisi Indonesia di peringkat ketiga dunia, daerah memiliki peluang besar untuk ikut mengambil peran dalam penguatan rantai nilai halal, mulai dari produksi hingga distribusi,” katanya.
Menurut Hasiando, penguatan sektor halal di daerah perlu didorong melalui percepatan sertifikasi halal, peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah, serta digitalisasi UMKM agar mampu terhubung dengan pasar yang lebih luas.
Sebagai bagian dari upaya penguatan ekosistem tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara bersama Baznas Kota Tarakan dan Pemerintah Kota Tarakan melaksanakan Kick Off Road to Kalimantan Utara Sharia Festival 2026 dengan tema “Berkah Ramadhan sebagai Penggerak Perekonomian Masyarakat.”
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, digelar bazar UMKM halal yang menghadirkan 42 pelaku usaha dari sektor halal food, modest fashion syariah, dan kriya. Seluruh transaksi didukung sistem pembayaran digital QRIS sebagai bentuk akselerasi inklusi keuangan.
Hasiando menargetkan transaksi penjualan UMKM pada KaShaFa 2026 mencapai Rp3 miliar atau meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Target ini mencerminkan optimisme terhadap peran UMKM halal dalam memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Tarakan, Khairul menilai momentum Ramadan menjadi waktu strategis untuk memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ramadan memiliki dampak pengganda terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperluas manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tarakan dalam mendukung pengembangan produk halal berkualitas agar pelaku UMKM mampu naik kelas dan bersaing.
“Pemerintah daerah siap mendukung penguatan produk UMKM halal, termasuk mendorong sertifikasi dan peningkatan kualitas agar daya saingnya semakin kuat,” katanya.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, penguatan sektor halal diharapkan tidak hanya meningkatkan transaksi jangka pendek selama Ramadan, tetapi juga memperkuat kontribusi ekonomi syariah secara berkelanjutan di Kalimantan Utara. (*/rs)







